Penutupan Latsar CPNS dan Pelatihan PPK, Bupati FDW Minta Tingkatkan Produktivitas dan Kinerja

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar meminta kepada peserta pelatihan dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan pelatihan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C untuk lebih meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Hal itu dikatakan Bupati Minsel yang akrab disapa FDW ketika menutup Latsar CPNS dan Pelatihan PPK Tipe C di Aula Waleta, Jumat (29/12/2023).

“Para peserta telah dilatih oleh para narasumber dan tentunya dalam pelatihan tersebut telah menerima berbagai materi yang diharapkan setelah selesai mengikuti pelatihan kiranya produktivitas dan kinerja akan lebih ditingkatkan,” kata Bupati FDW dalam sambutannya.

“Semoga kita semua dapat tetap solid bergerak dan para peserta kemudian nantinya mendapatkan prestasi di bidang masng – masing,” pungkas Bupati FDW.

Pada pelatihan tersebut Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala BPSDM Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Analis Pengembangan Kompetensi Aparatur Muda Bili Tambayong serta para peserta Latsar CPNS dan Pelatihan PPK.

Bupati  Minahasa Selatan didampingi oleh Kepala BKPSDM bersama jajaran dan Kepala Bagian PBJ Setda.

(DArK)

Ini Yang disampaikan Walikota Manado Dan Sejumlah Pejabat Dalam Perayaan Natal GPdI Abraham Paal Dua Manado

Manado. “Terang kita harus bercahaya bagi banyak orang sebab Yesus bukan membawa terang tapi Yesus adalah terang itu sendiri, “Ujar Pdt. Nogi Rundengan dalam khotbah di ibadah Natal GPdI Abraham Paal Dua Manado. Ibadah Natal yang dilaksanakan pada hari Rabu (27/12/2023), berlangsung penuh sukacita.

Ibadah yang dipandu WL Grace Rori dan tim altar serta multimedia Joel Karamoy ini diawali dengan sambutan selamat datang dan opening multimedia. Puji pujian mengagungkan kebesaran Tuhan dinyanyikan hingga jemaat larut dalam suasana sukacita kebahagiaan berada dalam khadirat Tuhan. Khotbah Natal disampaikan oleh Pdt. Nogi Rundengan yang juga selaku biro Aset Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara.

Sementara itu pemerintah kota Manado melalui Walikota Manado Andrei Angow yang diwakili oleh Kadis Perhubungan Kota Manado menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Walikota Manado namun menitipkan sambutan walikota dan dibacakan Kadis perhubungan Kota manado Jeffry Worang, SE, yang menyampaikan ucapan selamat beribadah natal buat jemaat GPdI Abraham Paal Dua Manado dalam penggembalaan Pdt. Hence Karamoy serta dirangkaikan dengan mengenang 1 tahun meninggalnya gembala sebelumnya alm. Lefrandt Karamoy S.Th.

Dalam sambutan walikota menyampaikan bahwa Selaku pemerintah kota Manado mengajak umat sekalian mari menjadi teladan akan kasih, dalam pemikiran, sikap dan perbuatan. Mari menjadi pembawa damai Sejahtera dimanapun berada. Mari bangun kerukunan antar warga dan toleransi antar umat beragama. Mari saling mengenal dan memahami, saling menerima dan berbagi. Manado aman, rakyat damai dan tenteram. Mari upayakan yang terbaik bagi kemajuan kota kita, sesuai kapasitas dan kapabilitas masing masing. “Karena masing masing ada depe tiap tiap jadi mari torang baku topang, baku baku tulung, “Ujar Walikota Manado dalam sambutan tertulisnya.

Tim Altar Ibadah Natal GPdI Abraham Paal Dua Manado


Hadir pada kesempatan ini juga pimpinan GPdI wilayah 4 Paal Dua Manado yakni KSB, Pdt. Lordy Mandalika, Pdt. Hendra Kuhu dan Pdt. Remmy Dengah juga para gembala di wilayah 4 bersama istri. Turut memberikan sambutan dan ucapan selamat natal untuk jemaat GPdI Abraham Paal Dua Manado melalui video Wakapolda Sulut Irjen Pol Drs Jan De Freetes, Senator/anggota DPD RI DR Maya Rumantir, Kadisperindag Sulut Daniel Mewengkang, Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Bayu, Karo ops Polda Sulut Kombes Pol Wawan Wirawan, Direskrimmum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan, Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa SIK.

Kegiatan diakhiri dengan ucapan terima kasih oleh Ketua Tim kerja Djunaidy Gouan dilanjutkan dengan foto bersama, penyerahan bingkisan Natal yang dipandu Vonny Karamoy, pemutaran video sekilas jemaat GPdI Abraham dan terakhir ramah Tamah. (Hence Karamoy)

Alumni SMP N 1 Tondano Angkatan 1988 Gelar Ibadah Natal Dan Reuni

Tondano. Suasana sukacita memenuhi rumah keluarga Nova Rotikan Kapoyos pada hari Rabu (28/12/2023), dalam ibadah perayaan Natal Yesus Kristus alumni SMP Negeri 1 Tondano Angkatan 1988 sekaligus reuni para sahabat.

Para alumnus yang ada di seputaran kota Tondano serta beberapa rekan yang berkesempatan pulang kampung dari berbagai daerah benar benar merasakan suasana kebersamaan yang memang sudah terbina lama dimana para alumnus ini sering melaksanakan berbagai kegiatan.

Glen Wantalangi mwakili rekan rekan menyambut dengan ucapan selamat datang sebelum ibadah digelar. Dalam pesan natal melalui Firman Tuhan Pdt Stenly Kalalo yang juga merupakan salah satu alumnus menekankan pada kasih Tuhan yang telah rela datang ke dunia dan menjadi penebus. “Marilah kita hidup damai satu dengan yang lain dan selalu saling membantu sebagai sahabat, “ujar Pdt Kalalo

Acara dilanjutkan dengan sambutan natal yang disampaikan oleh Merry Wulur dan diakhiri ucapan terima kasih oleh Lussy Pangalila dan diakhiri dengan ramah tamah dan foto foto Bersama.

Hadir pada kesempatan ini para alumnus diantaranya Sonya Kalesaran, Melva Wagey, Aneke Rumbayan, Feity Nender, Morein Luntas, Aldy Kalengkian, Linda Maukar, Deisy Sumuweng, Meiny Singkoh, Merry Maramis, Johny Pasla, Michael Pakasi, Joice Ticoalu, Vivi Wolayan, Donald Kolly, Hendrik Tangkuman, Youlanda Taylor, Michael Surentu, Lourina Wowor, Gina Nelwan, Prisilia Gerungan, Jein Boyoh, Stella Warouw, Grace Kusen, Rina Polak, Hasna Tualangi, Hence Subari, Yunita Manopo, Sarah Sendow, Sthefry Mailangkay, dan Kief Taufik berbaur dalam kegiatan ini.

“Terima kasih sudah hadir dan turut memberikan dukungan serta bantuan sehingga acara ini boleh berlangsung dan sukses, “Tambah Lussy Pangalila dalam ucapan terima kasih. (Hence Karamoy)

Matangkan Persiapan Hadapi Pemilu 2024, KPU Minsel Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Selatan menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu 2024. Simulasi tersebut bertujuan merepresentasikan kejadian pemungutan suara seperti di TPS.

Simulasi yang digelar di ballrom I Hotel Luwansa Manado itu dimulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 sebagaimana kejadian sebenarnya pada, Sabtu (23/12).

“Hari ini kami melakukan simulasi. Harapannya dari simulasi ini kita bisa memetakan kejadian-kejadian apa saja yang berpotensi terjadi di TPS nanti,” ungkap Ketua KPU Minsel Tomi Moga.

Simulasi ini menggambarkan TPS 01 dengan jumlah DPT 116 orang.

“Simulasi dibuat seperti nyata. Ada kotak suara, bilik suara, papan pengumuman DPT, petugas KPPS, PTPS dan saksi,” timpalnya.

Simulasi ini diperagakan oleh Ketua KPU Tomi Moga, anggota KPU Hanny Porayow, Fadli Munaiseche, Fauzan Sirambang, Sriwulan Suoth, jajaran sekretariat serta Ketua dan anggota PPK.

Diawali dengan registrasi. Masing-masing mendapatkan 5 jenis surat suara. Dilanjutkan dengan mencoblos dan memasukkan surat suara ke kotak suara Pilpres, DPD, DPR-RI, DPR Propinsi dan DPRD Kabupaten. Setelah mencoblos semua mencelupkan jari ke tinta warna ungu.

“Melalui simulasi ini kita menemukan banyak kejadian-kejadian yang bisa saja terjadi sehingga kita mulai menyiapkan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir hal-hal itu,” tandasnya lagi.

Uniknya pada simulasi kali ini diwarnai dengan drama marah-marah anggota PPK Amurang ke petugas KPPS. Personil PPK itu memprotes kenapa harus mengantri lama-lama. Padahal dia harus kembali bekerja sebagai petani. Dia pun langsung ditenangkan oleh pamdal yang bertugas setelah drama marah-marah itu berlangsung.

“Kita datang jam 7 pagi. Kiapa musti antri lagi. Kalau begini buang-buang waktu saja,” protes anggota PPK sambil menggebrak meja.

“Memang begitu tata tertibnya. Ya harus antri berdasarkan antrian,” jawab petugas KPPS.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Minsel Hanny Porayow mengatakan simulasi pungut-hitung menjadi hal penting. Itu sebab menurutnya simulasi akan dilakukan beberapa kali.

“Kita akan lakukan beberapa kali. Tidak hanya itu saja, jajaran PPS dan KPPS juga akan kita bekali dengan penguatan-penguatan secara teknis melalui simulasi sehingga mereka memiliki kemampuan mengatasi berbagai kejadian yang mungkin bisa saja terjadi di TPS nanti,” tambahnya.

(DArK)

16 Kardus Surat Suara Salah Kirim Nyasar ke KPU Minsel

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Selatan menemukan terjadi kesalahan pengiriman surat suara yang masuk ke Kabupaten Minahasa Selatan.

Ketua KPU Minsel Tomy Moga menyebutkan pihaknya menemukan ada 16 kotak surat suara yang salah kirim.

Hal itu diketahui saat proses loading pendistribusian logistik yang disaksikan sejumlah pihak baik Bawaslu maupun pihak keamanan.

“Setelah kami lakukan penyortiran, ditemukan sebanyak 16 kardus surat suara yang salah kirim,” kata Ketua KPU Minsel Tomy Moga.

“Dan setelah dicek itu surat suara dengan code PP-WP untuk Kabupaten Minahasa. Jadi harusnya surat suara itu tujuannya ke Minahasa tapi ternyata nyasar ke Minsel,” ungkap Tomy Moga.

Dirinya mengatakan, temuan surat suara nyasar itu sudah dilaporkan ke KPU Provinsi sekaligus dikoordinasikan dengan pihak Bawaslu, pihak Polri/TNI maupun KPU Minahasa untuk memastikan bahwa surat suara itu salah kirim.

“Itu murni kesalahan pengiriman dari pihak percetakan dan ekspedisi. Perlu ditegaskan informasi yang diberitakan bahwa ada kelebihan 16 kardus kotak suara itu adalah kesalahan pengiriman. Human eror bukan human order,” tegasnya mengklarifikasi pemberitaan yang menyudutkan KPU Minsel.

Lebih lanjut Moga menjelaskan KPU Minsel telah menerima logistik berupa surat suara untuk 4 jenis pemilihan.

“Yang masuk baru 4 jenis surat suara. Yakni surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Sementara untuk DPD nanti akan menyusul,” terangnya.

Diketahui sebelumnya diberitakan sejumlah pihak menyoroti kelebihan distribusi surat suara di KPU Minsel. Bahkan mereka meminta Bawaslu menseriusi hal itu.

(DArK)