1 Warga Meninggal Terseret Arus di Bencana Banjir Bolsel

Manado, SeputarNusantara.id – Seorang warga meninggal dunia setelah terseret arus dalam bencana banjir dan tanah longsor di Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, Minggu (27/8/2023).

Korban terseret arus saat hendak mengurus hewan ternaknya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan melaporkan peristiwa itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama mengguyur wilayah tersebut.

Selain jatuhnya korban jiwa, banjir dan tanah longsor juga memutus jalan penghubung Bolaang Mongondow Selatan menuju Bolaang Mongondow karena tertutup material longsoran.

Berdasarkan hasil kaji cepat, bencana hidrometeorologi basah itu telah berdampak kepada 1.536 jiwa dari 573 KK yang tersebar di empat desa.

Adapun rinciannya meliputi Desa Tobayagan, Desa Tobayagan Selatan, Desa Mataido dan Desa Mataido Utara di Kecamatan Pinolosian Tengah, termasuk sebagian wilayah Kecamatan Bolaang Uki.

Sebagai upaya percepatan penanganan bencana banjir dan tanah longsor itu, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan telah menetapkan status Siaga Darurat Penanganan Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 164 Tahun 2023.

BPBD Kabupaten Bolaang Mondondow Selatan telah berkoordinasi dengan lintas sektor guna evakuasi, kaji cepat hingga pendirian lokasi pengungsian sementara.

Bantuan logistik dan peralatan juga telah disalurkan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Adapun kondisi mutakhir per Minggu (27/8) pukul 21.45 WIB, banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) antara 40-60 sentimeter belum surut.

Tim gabungan juga tengah mengupayakan membuka jalur yang tertimbun material longsor.

Musim kemarau telah dirasakan di hampir seluruh wilayah Tanah Air.

Kendati demikian, ada beberapa daerah yang mengalami anomali cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat dan dapat disetai petir serta angin kencang.

Menyikapi hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG.

Apabila terjadi perubahan cuaca secara signifikan, diharap kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat mengantisipasi dan melakukan mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan.

Apabila terjadi hujan lebat hingga jarak pandang berkurang dari 100 meter dalam durasi tiga jam lebih, diharap agar masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman, khususnya bagi yang tinggal di daerah lereng tebing maupun bantaran sungai.

(***/Redaksi)

Tim Ditjenpas Pantau Kondisi Lapas Manado Pasca Banjir

SEPUTARMANADO – Tim Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado untuk melakukan pengecekan sarana dan prasarana (Sarpras) di Lapas Manado pasca banjir yang terjadi 17 Januari 2023 kemarin.

Dipimpin Kepala Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan (PPL) Dimas Krisna Setiawan, tim didampingi Kepala Divisi Administrasi John Batara dan Kepala Divisi Pemasyarakatan I Putu Murdiana.

Mereka memastikan Sarpras aman pasca banjir, dan menganalisa ketinggian air di Lapas saat terjadi banjir.

Selain itu tim Ditjenpas menghimbau Kalapas Manado, Marulye Simbolon untuk menyusun roadmap usulan pembangunan.

“Seluruh UPT Pas diharapkan menyusun roadmap tersebut dengan tujuan mempermudah Ditjenpas menindaklanjuti atau menelaah usulan,” pesan Dimas, Sabtu (4/2).

Lebih lanjut, saran dari kepala Sub koordinator perencanaan anggaran untuk tetap melanjutkan proses perencanaan pembangunan yang kedepannya akan dilakukan adendum sekaligus perubahan lokus.

Pada kesempatan yang sama, Kadivmin menyampaikan kepada jajaran Lapas Manado untuk selalu berkoordasi dengan SubBagian Pogram dan Pelaporan Kanwil Kemenkumham Sulut sebagai pembina yang akan meneruskan usulan ke Ditjenpas.

(***/AudyRewah)

Diguyur Hujan, Manado Diterjang Banjir dan Tanah Longsor

SEPUTARMANADO – Hujan yang mengguyur Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sejak Kamis (26/01/2023) malam hingga Jumat (27/01/2023), telah mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi.

Sejumlah warga pun tampak menginformasikan kejadian di tempat tinggal mereka lewat media sosial Facebook.

Seperti dalam video siaran langsung yang di-posting Rezky Kumaat di depan Masjid Ar Rahmah Kelurahan Mahawu Lingkungan II, Kecamatan Tikala.

“Tinggi air sampai di atas lutut orang dewasa, anak kecil atau dewasa bisa sampai di pinggang. Tidak semua lokasi yang tergenang air, hanya yang ada di dataran rendah saja,” kata Rezy.

Saat ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di Sulawesi Utara, dimana hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang bakal berlangsung sampai pukul 11.55 Wita di Kota Manado.

Berikut Nomor-Nomor Emergency di Kota Manado:

TIM SAR SIAGA 24jam : 082187123778

Polresta Manado : 0431231001

RSU Kandouw : 0431838203

PMI : 0431838321

Ambulance : 0431 – 118

Dinas Kebakaran : 0431864444

KANTOR SAR MANADO : 0431115 / 812111

PLN : 0431862344 / 0431862144

Gangguan PDAM : 0431862997

Dwah

Wali Kota Manado Gelar Rapat Koordinasi dengan BWS Sulawesi I

Manado — Wali Kota Manado Andrei Angouw melakukan pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, di ruang rapat, pada Rabu (16/3/2022).

Dalam pertemuan ini, Wali Kota Manado di dampingi Kepala Dinas PUPR Johny Suwu, memberikan beberapa masukan untuk mensinkronkan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah Kota Manado.

“Kami ingin mensinkronkan apa yang dilakukan pemerintah Kota Manado untuk menanggulangi banjir, seperti kegiatan normalisasi anak sungai maupun drainase,” kata Wali Kota Manado.

Koordinasi ini sangat penting menurut Andrei Angouw, agar di lapangan tidak terjadi tumpang tindih program kegiatan.

“Saya juga akan berkoordinasi agar segala kegiatan yang dilaksanakan pihak BWS di wilayahnya mendapat dukungan pemerintahan kecamatan dan pemerintahan kelurahan,” ujar Wali Kota Manado.

Di kesempatan ini juga, Wali Kota bersama Kadis PUPR Kota Manado memaparkan beberapa lokasi titik rawan genangan air, juga daerah yang sering kena banjir.

Sementara itu, beberapa petugas teknis BWS Sulawesi I menyampaikan beberapa kegiatan pekerjaan dan pemeliharaan sungai-sungai yang ada di Kota Manado.

“Tentunya kami merasa mendapat masukan yang baik dari Wali kota Manado ketika disampaikan pemetaan lewat map kepada pihak BWS,” kata mereka.

Diharapkan rapat koordinasi ini akan menjadikan Kota Manado terhindar dari ancaman banjir saat hujan dengan intensitas tinggi dan debit air sangat banyak, sehingga warga Kota Manado merasa nyaman.

(Redaksi)

Peduli Manado, Wali Kota Andrei Angow Cek Drainase di Beberapa Lokasi

MANADO — Wali Kota Manado Andrei Angouw, mengunjungi beberapa lokasi di kota Manado, pada Jumat (11/3/2022). Giat tersebut dilakukan Wali Kota Manado sebelum dirinya ke kantor.

Beberapa lokasi didatangi dirinya, untuk melihat kondisi drainase, gorong-gorong dan fasilitas publik lainnya. Wali Kota Manado didampingi Kadis PUPR Johny Suwu dan Kadis Perkim Piter Eman.

Lokasi pertama yang dituju Wali Kota adalah Perkamil untuk melihat kondisi Pasar, mengecek kondisi gorong-gorong dan drainase. Lalu, menuju SD 102 Ranomuut dan dilanjutkan menyusuri jalan Handayani hingga Paal II di kompleks RS MMC.

Kunjungan lapangan ini menurut Andrei adalah dalam rangka melihat situasi dan kondisi anak sungai, drainase, gorong-gorong serta saluran air lainnya.

“Kondisi saat ini tentunya akan dianalisa sebab sebelumnya Manado diguyur hujan tinggi dengan debet air yang relatif banyak,” kata Andrei.

Andrei mengatakan, hasil kunjungan lapangan ini akan menjadi patokan dalam membuat program kebijakan di sektor ini, agar kedepannya dapat meminimalisir ancaman banjir jika hujan berkepanjangan melanda Kota Manado.

(Redaksi)