LSI Ungkap 4 Alasan Elektabilitas Prabowo Subianto Kalahkan Ganjar dan Anies

Manado, SeputarNusantara.id – Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby menyebutkan empat alasan yang membuat elektabilitas Prabowo Subianto berhasil mengalahkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Hal ini diungkapkannya berdasarkan hasil survei LSI Denny JA periode 3-14 Mei 2023.

“Di bulan Mei 2023, elektabilitas Prabowo Subianto mencapai 33,9 persen diikuti oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebesar 31,9 persen dan mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 20,8 persen,” kata Adjie.

Pertama, katanya, mayoritas responden menginginkan sosok dengan kepemimpinan kuat sehingga mampu menumbuhkan perekonomian Indonesia.

“Dari ketiga nama bakal capres (Prabowo, Ganjar, Anies), Prabowo lebih kuat asosiasinya sebagai sosok pemimpin kuat yang mampu menumbuhkan ekonomi,” ucap Adjie.

“Prabowo dipandang sebagai pemimpin yang tegas, kuat, serta fasih dalam merangkul aneka pihak,” jelasnya.

Kedua, elektabilitas Prabowo juga semakin meningkat karena sejumlah pendukung Ganjar berpindah memilih Prabowo karena dianggap lebih berkarakter nasionalis.

Selanjutnya, posisi Prabowo sebagai Menteri berhasil memperkuat citranya sebagai capres yang mampu mengelola pemerintahan.

“Keempat, Prabowo dinilai menjadi tokoh sentral yang banyak diterima oleh berbagai spektrum politik,” kata Adjie.

Survei LSI Denny JA itu dilakukan melalui tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden dari seluruh Indonesia dengan ambang batas kesalahan survei tersebut sebesar 2,9 persen.

Selain menerapkan metode kuantitatif, LSI Denny JA di dalam surveinya juga memperkaya informasi dan analisis dengan menerapkan metode kualitatif, seperti analisis media, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terpumpun.

Redaksi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tinjau Mudik di Jateng

Manado, SeputarNusantara.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Operasi Ketupat di wilayah Jawa Tengah, Selasa (18/4/2023).

Dari laporan yang ia terima, terjadi peningkatan jumlah kendaraan hingga 300 persen di gerbang tol (GT) Kalikangkung.

Dalam batas normal, jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 10 ribu per jam. Namun saat ini sudah memasuki angka 30 ribu per jam.

“Diperkirakan akan mencapai puncaknya mungkin sekitar nanti malam dan besok. Tahun lalu di angka 60 ribu,” kata Sigit.

Untuk mengurai kepadatan, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan sejak tadi siang, sudah diberlakukan sistem satu arah atau one way mulai KM 72 Tol Cipali hingga KM 414 GT Kalikangkung.

“Secara terpusat akan dikomandoi oleh Kakorlantas dan sistem one way ini berakhir pukul 24.00 WIB,” ujar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menuturkan bahwa apabila kapasitas kendaraan meningkat di atas 60 ribu maka ada kemungkinan diberlakukan sistem one way yang bersifat lokal.

Sigit pun memerintahkan jajaran Polda Jawa Tengah dan Korlantas Polri agar berkoordinasi dan bekerja sama dengan media untuk mensosialisasikan perubahan rekayasa lalu lintas. Hal ini agar masyarakat terinformasi dan tidak terjebak kemacetan.

Selanjutnya, terkait tempat istirahat atau rest area yang terbatas, mantan Kapolda Banten ini meminta agar disosialisasikan ke pemudik untuk bisa beristirahat di luar tol. Pilihan ini agar para pemudik tidak berhenti di bahu jalan saat rest area sudah penuh.
“Tentunya kita juga informasikan setelah eait tol gimana masuknya kembali ke jalur tol. Sehingga kemudian menjadi pilihan agar tidak ada pengguna jalan beristirahat di bahu jalan yang bisa membuat kemacetan dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ucap Sigit.

Secara umum, Sigit melihat persiapan yang dilakukan Polda Jawa Tengah mengamankan mudik Lebaran sudah bagus. Namun, Ia tetap menekankan agar jajarannya terus melakukan evaluasi agar pengamanan mudik lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Evaluasi dilakukan agar perjalanan mudik masyarakat dapat berjalan aman dan nyaman,” tutup Sigit.

(***/Prise)