Bupati FDW Terus Berusaha Tingkatkan SDM Pelaku Pariwisata dan Ekraf

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar terus melakukan terobosan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf).

Salah satunya dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Minsel.

Peningkatan SDM itu diperlukan untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan ekraf di Minsel.

Berdasarkan hal tersebut maka Pemkab Minsel melalui Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan Pemantauan Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf di Minahasa Selatan yang dibuka secara langsunh oleh Bupati Franky Donny Wongkar, Senin (9/102023).

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Minsel, maka diperlukan pemantauan dan evaluasi, sehingga dapat mengidentifikasi hambatan serta peluang yang dapat dikembangkan untuk kepuasan wisatawan.

Kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten yaitu Minahasa Selatan yang maju, berkepribadian dan sejahtera melalui misi “Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Sehat dan Berdaya Saing serta Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Agribisnis dan Pariwisata”.

Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar dalam sambutannya menyampaikan bahwa para peserta yang hadir adalah pilihan yang terbaik dari Dinas Pariwisata.

“Kepada para pelaku usaha yang memiliki pekerja sudah seharusnya di apresiasi sesuai apa yang telah mereka kerjakan, saya yakin lewat kegiatan ini para peserta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif akan mendapatkan dampak postif untuk kedepannya,” kata Bupati FDW.

“Saya mengingatkan kepada para peserta yang hadir untuk pengunaan media sosial jangan menyebarkan kebencian dan berita hoax,” pesan Bupati FDW.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado Bernadain Polii yang adalah narasumber serta para peserta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bupati Minahasa Selatan didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Kepala Dinas Pariwisata bersama jajaran, serta Plt. Kepala Dinas Kominfo.

(DArK)

 

Bupati FDW Terus Berupaya Maksimalkan Potensi Pariwisata dan Ekraf di Minsel

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar terus melakukan terobosan untuk meningkatkan dan memaksimalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) yang ada di Minahasa Selatan. 

Teranyar, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay/Pondok Wisata yang dibuka langsung oleh Bupati Franky Donny Wongkar di Hotel Sutan Raja Amurang, Rabu (4/10/2023).

Dalam sambutannya Bupati yang biasa disapa FDW ini menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha dalam bidang pariwisata khususnya dalam pengelolaan Homestay.

“Pelatihan seperti ini adalah satu dukungan dari pemerintah kepada masyarakat dan kepada para peserta diingatkan dalam pengelolaan Homestay juga harus memiliki standarisasi pelayanan yaitu kebersihan, kenyamanan dan keamanan,” ujar Bupati FDW.

“Gunakanlah jaringan pemasaran lewat media sosial agar kita dapat menggunakan media sosial dengan hal yang positif,” ajak Bupati.

Bupati juga berharap materi yang diberikan oleh para narasumber dapat bermanfaat dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha Homestay yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.

“Mudah-mudahan kedepan pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan akan terus meningkat,” kata suami dari anggota DPRD Minsel Elsje Rosje Sumual.

Perlu diketahui, Pemerintah Daerah berupaya mengembangkan dan meningkatkan pelaku usaha Homestay menjadi salah satu pendorong ekonomi Minahasa Selatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Homestay merupakan jenis akomodasi atau fasilitas penginapan yang memiliki karakteristik unik sesuai dengan budaya atau karakter lokal yang disediakan untuk para wisatawan.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 4-6 Oktober 2023 ini sangat sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yaitu, “Meningkatkan Sumber Daya Manusia Yang Sehat dan Berdaya Saing serta Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Agribisnis dan Pariwisata”.

Untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan, maka diperlukan pengembangan kemampuan dalam mengelola usaha Homestay ini, baik dalam hal perizinan dan regulasi, pemilihan lokasi yang tepat, perawatan properti, manajemen keuangan, teknik pemasaran, keamanan dan kebersihan serta evaluasi dan pengembangan untuk kepuasan wisatawan.

Usai pelatihan para peserta akan mengunjungi Desa yang memiliki kriteria dalam pengelolaan Homestay, yakni Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara.

Bertindak sebagai narasumber pada pelatihan ini, Sekretaris Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, yang juga sebagai pembina Homestay Minahasa Utara, Margaretha Warokka bersama Kepala Program Studi Global Tourism Management Politeknik Negeri Manado, Riana Rondonuwu yang juga selaku pembina Homestay Minahasa Utara.

Turut hadir dalam kegiatan pelatihan, para peserta pelaku pariwisata usaha Homestay, Kepala Dinas Pariwisata Minsel bersama jajaran serta para Staf Khusus Bupati Minsel.

(DArK)

Bupati Minsel Buka Pelatihan Pemasaran Digital Bagi Pelaku Parekraf

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Dinas Pariwisata Kabupaten Minasa Selatan melaksanakan Pelatihan Pemasaran Digital Bagi Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar di Restoran Monic Boulevard, Jumat (14/7).

Narasumber dalam kegiatan pelatihan ini yakni Melky Tumpia selaku CEO PT. Kawanua Digital Multiverse.

Pesertanya terdiri dari para pelaku usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Minahasa Selatan.

Pelatihan ini dibutuhkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Minahasa Selatan sebagai upaya untuk menciptakan daya tarik pariwisata yang lebih luas dalam peningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan ini sangat sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yaitu Minahasa Selatan yang maju, berkepribadian dan sejahtera melalui misi “Meningkatkan sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing serta mewujudkan kemandirian ekonomi melalui sektor agribisnis dan pariwisata”.

Perlu diketahui untuk objek wisata di Minahasa Selatan berjumlah 44 wisata alam, 29 wisata budaya, 7 wisata sejarah, 12 wisata religi serta beberapa tempat wisata strategis.

Diantaranya Kampung Wisata Kakenturan di Kecamatan Modoinding, kolam renang air panas di Kecamatan Tompasobaru, Desa Wisata Molinow Kecamatan Tenga, Batu Dinding Kilometer Tiga Kecamatan Amurang, Air Terjun Kulung-Kulung Desa Wiau Lapi Kecamatan Tareran, Benteng Portugis Uwuran Dua Kecamatan Amurang, Pantai Alar Boulevard  Kecamatan Amurang, Pantai Teletabis di Kecamatan Sinonsayang, Pantai Popareng, Pantai Wawontulap, Pantai Sondaken, dan Pantai Arakan yang ada di kecamatan Tatapaan.

Objek-objek wisata tersebut telah dikunjungi oleh 21 ribu 842 wisatawan domestik dan 42 wisatawan mancanegara (berdasarkan data BPS Minsel tahun 2023 dan Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan).

Sementarat itu Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kiranya jangan sampai kegiatan-kegiatan seperti ini hanya seremonial saja dan tidak berdampak.

“Kiranya pelatihan seperti ini bermanfaat untuk usaha-usaha para peserta. Mari kita fokus untuk mengembangkan Pariwisata yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan karena pasti akan berdampak pada pendapatan ekonomi para pelaku – pelaku usaha yang ada,” ucap Bupati FDW.

“Kami selaku pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Minsel terus berupaya memfasilitasi untuk berkembangnya pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan,” tutup Bupati FDW diakhir sambutannya.

 

Bupati Minahasa Selatan didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pariwisata bersama jajaran dan Plt Kepala Dinas Kominfo.

(DArK)

Bupati Minsel Buka Bimtek Strategi Branding Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Media Digital

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA -Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melaksanakan Bimbingan Teknis Strategi Branding Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Melalui Media Digital di Hotel Sutan Raja Amurang, Senin (27/2).

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar dan menghadirkan para pelaku UMKM dan Usaha Ekonomi Kreatif yang ada di Minahasa Selatan sebagai peserta.

Dalam Sambutannya Bupati Minahasa Selatan Bpk. Franky Donny Wongkar, SH menyampaikan bahwa kiranya pelaksanaan Bimbingan Teknis kali ini jangan hanya sekedar kegiatan seremonial dan tidak memberi manfaat bagi peserta.

“Kegiatan Bimtek ini diharapkan jangan hanya sekedar seremonial dan tidak memberi manfaat bagi peserta,” kata Bupati yang akrab disapa FDW.

“Kiranya melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan untuk mendapatkan manfaat dalam mengembangkan usaha,” tutup Bupati FDW.

Seperti diketahui akibat dari pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor, terlebih pada sektor ekonomi. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai program strategis.

Salah satunya melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional bahkan global, sehingga diperlukan regulasi dan kebijakan yang harus mampu bertransformasi terhadap tantangan saat ini.

Di Minsel sendiri, hadirnya Modoinding Potato Festival merupakan strategi dan program inovasi pemerintah dalam menarik wisatawan dan memperkenalkan kembali, melalui media digital terhadap potensi pertanian dan perkebunan sekaligus membangkitkan sektor pariwisata melalui agrowisata.

Dan pada saat ini pemerintah daerah kembali memberikan perhatian kepada sektor pariwisata, dimana pemerintah Kabupaten Minsel telah mendorong pembangunan destinasi pariwisata Bukit Sasayaban di Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang.

Hal ini dilaksanakan karena sektor pariwisata merupakan salah satu prioritas pembangunan yang tertuang dalam misi pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan yakni “Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Agribisnis Dan Pariwisata”.

(DArK)

PT. Jobubu Jarum Minahasa Jadi Pemrakarsa Terbentuknya Komunitas di Bandara Sam Ratulangi Manado

SEPUTARMANADO – PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, menggelar pertemuan bertajuk ‘Coffee Time’ bersama sejumlah pemangku kepentingan yang ada di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado pada 8 Februari 2023 kemarin.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini dihadiri Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang, GM Angkasa Pura Minggus Gandeguai bersama beberapa managernya dan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado Ambar Suryoko, SE, MM bersama beberapa Kepala seksi, Polsek Bandara dan perwakilan maskapai dari Garuda Indonesia.

Direktur Utama PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Audy Lieke kepada seputarnusantara.id, Sabtu (11/02/2023) mengatakan bahwa dirinya turut memberikan beberapa masukkan dan disambut baik dalam diskusi ini.

“Saya mempersilahkan kepada komunitas bandara untuk menggelar kegiatan kegiatan serupa di lounge Cap Tikus 1978,” kata Audy.

Dikatakan Audy, mereka yang hadir sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk yang dikenal lewat produknya Cap tikus 1978, Daebak Soju dan Daebak Sparks.

Apresiasi juga disampaikan atas suksesnya PT. Jobubu Jarum Minahasa yang merupakan perusahaan pertama dari Sulawesi Utara yang sukses melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Lounge Cap Tikus 1978 ini nyaman dan representative serta sangat baik untuk wisatawan berkunjung, disamping ada produk kearifan lokal juga disini bisa bertanya dan belajar mengenai produk kearifan lokal tersebut. Sangat baik dijadikan tempat pertemuan dan kami merasa nyaman disini,” ujar peserta diskusi kala itu.

Disampaikan Audy, Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang mengaku bersyukur kegiatan ini boleh diadakan, dimana kegiatan kumpul bersama ini sudah lama direncanakan dan berharap ada sebuah komunitas agar bisa berkoordinasi untuk kemajuan bersama, namun PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk sudah melakukannya.

Kegiatan ini juga menurut Audy dimanfaatkan untuk perkenalan Kepala Kantor Otoritas Bandara Sam Ratulangi Ambar Suryoko, SE, MM yang baru seminggu dilantik.

Melalui kegiatan ini pada akhirnya terbentuk komunitas lintas pemangku kepentingan di Bandara untuk lebih mengintensifkan pertemuan guna menjalin koordinasi dan komunikasi.

“Juga kami membahas rencana penerbangan perdana dari dan ke Jepang pada tanggal 1 Maret 2023, dimana persiapan lintas sektor perlu dipersiapkan,” katanya lagi.

HenceKaramoy