Monev Kecamatan, Irwandi Laode Tekankan Lebih Giat Berkordinasi dan Jaga Integritas

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Irwandi Laode melakukan monitoring dan evaluasi (Monev)Panwaslu Kecamatan Tenga, di Sekretariat Desa Pakuweru, Senin (18/9/2023).

Irwandi Laode, yang diemban sebagai Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) mengatakan merasa bangga dengan hasil kinerja yang diapresiasi langsung oleh Bawaslu RI kepada Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan dalam mengikuti kegiatan rakernis penyelesaian sengketa untuk perwakilan Bawaslu Minsel yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).

“Alhamdulillah, saat mengikuti kegiatan Rakernis Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dalam menghadapi Pemilu Tahun 2024, Bawaslu Kabupaten Minsel diapresiasi langsung oleh Bawaslu RI sebagai peserta terbaik,” sebut Laode.

Ia juga menambahkan 120 Kabupaten/ Kota, 12 provinsi terkait teknis P3S, Kabupaten Minsel mampu menunjukkan penanganan penyelesaian sengketa tercepat dalam waktu 5 menit.

“Kesepakatan penyelesaian dalam waktu 5 menit P3S dapat menyelesaikan perkara sebanyak dua Partai,” ungkapnya.

Laode juga tekankan terkait Monev, tugas dan kinerja pengawasan nanti seluruh PKD, selalu berkordinasi dan mampu menjaga integritas.

Di saat bersamaan Ketua Panwascam Tenga Waraney Selang sangat mengapresiasi predikat yang sudah diraih dan membawa harum nama Sulawesi Utara terlebih khusus Bawaslu Kabupaten Minsel.

“Ini merupakan penghormatan khusus untuk kita semua dan terimakasih banyak atas kunjungan pada sore hari ini,” tutup Waraney.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir P3S Irwandi Laode bersama staff Bawaslu Kabupaten Minsel, Panwascam Tenga,  Kepala Sekretariat dan staf, serta Panwas Kelurahan Desa se-kecamatan Tenga.

(Lham’Schu)

Waraney Selang dan PK/D se-Kecamatan Tenga Ikut Upacara 17 Agustus

Minsel, SeputarNusantara.id – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Tenga Waraney Y Selang SH, mengikut Upacara 17 Agustus di lapangan Lembong, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Kamis (17/8/2023).

Upacara yang dilaksanakan oleh pemerintah Kecamatan Tenga dan diikuti ASN, perangkat Desa, Panwaslu Kecamatan Tenga dan seluruh murid dari tingkat TK sampai jenjang SMA.

Ketua Panwaslu Tenga hadir bersama seluruh PK/D di setiap Desa, mengenakan kameja lengan panjang, berwarna hitam berserta logo Bawaslu dan lambang Bendera Merah Putih.

Ketua Panwascam Tenga saat dijumpai awak media mengatakan bahwa harus dipahami tujuan dan makna Upacara Bendera HUT RI Ke-78 Tahun 2023.

“Kita maknai hari ini untuk mengenang jasa para Pahlawan,” tukas Waraney.

“Mari kita menggugah semangat kebangsaan mencintai dan semangat membangun bangsa tanah air Indonesia,” katanya.

Terpantau Wartawan, seluruh rangkaian Upacara berakhir sekira pukul 08.10 sore. Selama giat berlangsung situasi aman terkendali dan dilanjutkan dengan foto bersama.

IlhamSchu

Gerak Cepat Selesaikan Konflik Antar Kelompok, Bupati Minsel dan Forkopimda Lakukan Mediasi di Sapa Raya

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Gerak cepat ditunjukkan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyelesaikan konflik di Desa Sapa Raya Kecamatan Tengah.

Bupati FDW dan Forkopimda langsung mengambil tindakan tepat dan tearah dengan melakukan mediasi konflik antar kelompok pemuda yang terjadi Sabtu (22/4) dinihari sekitar pukul 01.00 WITA antara Desa Sapa dan Sapa Timur.

Langkah mediasi ini diambil untuk mengantisipasi agar supaya tidak terjadi konflik yang lebih besar dan hal-hal yang tidak diinginkan antar kedua Desa di Kecamatan Tenga tersebut.

Pelaksanaan mediasi ini bertempat di Balai Desa Sapa Kecamatan Tenga, Sabtu (22/4) dan kegiatan ini dihadiri oleh Para Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Tenga, Hukum Tua Sapa, Hukum Tua Sapa Timur, Hukum Tua Sapa Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Dalam pertemuan ini Bupati menyampaikan hal-hal antara lain:

– Pemkab dan Forkopimda memberi perhatian dan hadir bersama-sama di tengah masyarakat,  karena tugas pemerintah antara lain untuk mendatangkan rasa aman, membina kehidupan kemasyarakatan, membantu penyelesaian permasalahan/konfik dalam masyarakat.

– Mohon dukungan dari masyarakat agar pemerintah dan aparat hukum dapat melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban termasuk dalam proses penegakkan hukum.

– Terima kasih atas komitmen dari pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat utk tetap menjaga kebersamaan, kedamaian, persaudaraan, kerukunan yang telah terjalin dan terjaga selama ini

– Menjaga keamanan, ketertiban dan suasana yang kondusif serta kerukunan adalah tugas dan tanggung jawab bersama sehingga diharapkan peran serta dan keterlibatan semua pihak.

– Camat, Hukum Tua bersama-sama dengan perangkat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban wilayah dan tetap selalu berkoordinasi dengan Perangkat Daerah terkait serta dengan kepolisian dan TNI.

Dalam pertemuan ini juga, pemerintah desa dan perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat berdialog dengan Pemerintah Kabupaten dan Forkopimda.

Pada akhir pertemuan, dilaksanakan penandatangan kesepakatan bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, perdamaian dan kerukunan, antara Pemerintah Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Sapa Raya, Pemerintah Kecamatan Tenga, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan Forkopimda.

(DArK)

Nasrun Mokodongan, Sang Petani yang Berhasil Nahkodai Desa Sapa Timur

SEPUTARMINSEL- Siapapun tak dapat menolak kehendak Sang Pencipta. Sekalipun itu seorang petani lugu. Jika dikehendaki menjadi seorang pemimpin maka tiada yang mustahil.

Nasrun Mokodongan, (48). Lelaki lugu yang kesehariannya akrab bergulat dengan tanah dan cangkul itu, kini menjadi orang nomor satu di Desa Sapa Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Nasrun atau akrab disapa Nakoda ini, terpilih menjadi Hukum Tua atau Kepala Desa Sapa Timur dalam ajang pemilihan hukum tua serentak. Yang digelar pada tanggal 12 Oktober 2022 kemarin.

Nakoda yang maju dengan nomor urut 3 ini, berhasil unggul setelah mengalahkan 2 rivalnya. Nomor urut 01 meraih 185 suara, nomor urut 02 meraih 204 suara. Sedangkan Nakoda sendiri, berhasil mendapatkan 341 suara.

“Alhamdulillah Allah SWT, menghendaki saya terpilih sebagai Hukum tua Sapa Timur. Ini amanah dari masyarakat yang tentu menjadi tanggung jawab besar saya selama 6 tahun ke depan,” kata Nakoda ketika ditemui di kediamannya.

Ditanya berapa anggaran saat dirinya maju dalam pemilihan hukum tua, jawabannya bahwa tak ada anggaran yang diberikan untuk membeli suara masyarakat.

“Saya keluar anggaran, cuman sebatas makan minum saja. Itupun, dibantu masyarakat. Makanya saya sangat berterima kasih kepada pendukung saya, yang mempercayakan saya sebagai hukum tua. Juga kepada seluruh masyarakat desa sapa timur, yang sudah berpartisipasi dalam ajang pemilihan hukum tua kemarin,” ungkap Nakoda.

Dirinya pun berharap, masyarakat bisa bergandeng tangan demi kemajuan desa sapa timur.

“Tidak ada lagi pendukung 01, 02 ataupun 03. Yang ada, kita sama-sama masyarakat desa sapa timur. Yang tentu, perkembangan infrastruktur di desa dan kemajuan di desa sendiri, bukan hanya tergantung pemerintahnya. Namun kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,” tutup Nakoda.

Masyarakat Desa Sapa Timur sangat senang dengan digelarnya pilhut di desa itu. Pasalnya, hampir 7 tahun Desa Sapa Timur tidak memiliki Hukum Tua definitif.

“Ya Alhamdulillah, Pilhut telah dilaksanakan. Dan saat ini, di desa kami sudah ada hukum tua definitif yang dipilih oleh masyarakat. Berharap, semoga dengan adanya hukum tua yang baru, insyaallah desa sapa akan lebih maju lagi dalam segala hal,” harap Faisal Kamaru warga desa setempat.

Redaksi