Renungan Pdt. Yahya Mulyono: ‘Menggeser Tuhan’

SEPUTAR NUSANTARA – Renungan Pdt Yahya Mulyono, dengan Tema ‘Menggeser Tuhan’ mengacu pada pembacaan Alkitab 2 Raja-Raja 16.

Simak Selengkapnya:

Dalam situasi sulit, seseorang dapat bertindak di luar waktu dan cara Tuhan.

Hal ini terjadi dengan menggantikan posisi yang diandalkan (bukan Tuhan), yaitu orang atau sesuatu hal lain yang dianggap lebih kompeten, mudah diakses atau dikendalikannya.

Tindakan seperti ini hanya memperburuk situasi dan menghancurkan.

Raja Ahas melakukan apa yang salah dan jahat di mata Tuhan (2).

Dia menyembah berhala dan mempersembahkan anaknya sebagai kurban dalam api (3-4).

Dalam berperang, sebenarnya dia tidak mudah dikalahkan musuh (5).

Tuhan menolong dan menjaga kerajaan Yehuda dari kekalahan akibat serangan musuh.

Tetapi Ahas tidak puas dan ia mengajukan permohonan perlindungan kepada raja Asyur, bukan kepada Tuhan.

Keputusan Ahaz ini menjadi tindakan yang fatal di kemudian hari, karena raja Asyur bukannya membantu melainkan semakin menyesakkan raja Ahas (19-20).

Ahaz menggantikan posisi Tuhan dengan raja Asyur.

Ahaz semakin tidak benar dengan mengatur imam termasuk perkakas ibadah yang telah Tuhan tetapkan.

Kelihatannya Ahaz melayani Tuhan, tapi hal itu dilakukan demi keuntungan sendiri.

Dia membuat keputusan sekehendak hatinya dengan menentang peraturan yang Tuhan perintahkan.

Di sini terlihat bahwa Ahaz sebenarnya menggantikan Tuhan dengan berhala, raja Asyur, dan dirinya sendiri.

PEMAHAMAN ALKITAB

Saya harus menyembah Tuhan karena memang Dia layak disembah, bukan karena ingin menjadikan Dia seperti keinginan saya.

Hanya lewat ketaatan dalam segala hal, keinginan untuk mengganti posisi Tuhan dengan “berhala-berhala” lain bisa dihindari.

(***/Redaksi)

Renungan Pdt Yahya Mulyono: ‘Tekunlah Berdoa’

SEPUTAR NUSANTARA – Renungan Pdt Yahya Mulyono, dengan Tema Tekunlah Berdoa mengacu pada Yakobus 5:16b.

Yakobus 5:16b:

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Simak selengkapnya:

ILUSTRASI

Pagi itu seorang pengembara tiba di sebuah desa yang cukup besar. Ada pemandangan yang agak mengherankan baginya karena di desa itu setiap orang yang dilihatnya tidak ada yang memakai sepatu padahal jalanan desa sangatlah kasar, banyak batu-batu yang tajam.

Pengembara itu pun memberanikan diri untuk bertanya kepada seorang laki-laki yang kebetulan berpapasan dengannya.

“Mengapa tidak seorang pun di desa ini yang memakai sepatu? Apakah orang-orang di sini belum tahu tentang sepatu?”

Laki-laki itu menjawab, “Oh, semua orang di desa ini tahu tentang sepatu.”

“Tetapi mengapa mereka tidak memakai sepatu untuk melindungi kakinya?”

“Itulah masalahnya, tidak seorang pun yang mau memakai sepatu,” jawab laki-laki itu.

Pengembara tersebut terus berjalan menyusuri jalanan desa masih dengan rasa penasaran tentang orang-orang desa yang tidak bersepatu.

Ia pun bertanya kepada seorang anak muda. “Apakah di sini tidak ada yang menjual sepatu?”

“Desa ini justru terkenal karena produksi sepatunya. Lihatlah, bangunan besar itu adalah pabrik sepatu dan orang-orang desa ini tahu benar bahwa sepatu yang diproduksi di sini sangat berkualitas.”

“Tetapi mengapa tidak ada yang memakai sepatu?”

“Itulah masalahnya, tidak ada yang mau memakai sepatu,” jawab anak muda tersebut.

PEMAHAMAN ALKITAB

Kita sebagai pengikut Yesus mempunyai pengalaman yang sama dengan orang-orang desa yang tidak mau memakai sepatu meskipun mereka tahu persis betapa sepatu itu akan melindungi kakinya.

Bedanya, masalah yang kita alami tidak berhubungan dengan sepatu, tetapi dengan doa.

Kita tahu banyak tentang doa bahwa doa sangat besar kuasanya, doa bisa menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, doa bisa menarik kuasa Tuhan turun, doa bisa menggagalkan siasat jahat Iblis.

Tetapi mengapa kita malas dan tidak mau berdoa?

Kita lebih memilih untuk mencari pembelaan dan dukungan dari manusia dengan mencurahkan keluh kesah kita kepada mereka, kita lebih memilih untuk memikul beban kita sendiri, berlinang air mata siang dan malam sambil mengharapkan beban itu akan berlalu dengan sendirinya.

Beberapa orang justru pergi jauh-jauh mencari dukun dan membayar dengan harga mahal untuk apa yang menjadi pergumulan mereka.

Kita lupa bahwa berdoa merupakan pilihan yang utama, pilihan yang benar yang akan membawa kelegaan dan kepuasan bagi jiwa kita.

Kalahkanlah tipuan Iblis yang berusaha memalingkan perhatian kita dari senjata ampuh yaitu doa.

Kita adalah orang-orang yang sangat rugi jika kita hanya mengerti tentang kuasa doa tetapi tidak pernah menikmati manfaatnya karena kita tidak pernah berdoa.

Luangkan waktu untuk berdoa setiap hari maka kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan kuasa-Nya yang besar.

Tuhan Yesus memberkati…

(***/Redaksi)