Masuk Program Super Prioritas Pertanian, Bupati Franky Wongkar Teken MoU dengan Kementan

Minsel — Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar SH, mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2022 di Jakarta, Selasa (8/3) kemarin.

Bupati Minsel, didampingi kepala Dinas Pertanian Franky Pasla, SE, M.Si dan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) dr. Ketut Wahyudiarta,

Dalam acara yang dibuka oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) ini, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Budidaya Sarang Burung Walet oleh Bupati Minsel dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Ir. Nasrullah. M.Sc.

Menteri Pertanian Syahrul menyampaikan Kementerian Pertanian pada tahun 2022 melanjutkan Program Super Prioritas Pertanian dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian baik pada sisi hulu maupun hilir.

“Saya berharap Ditjen PKH dapat segera mengimplementasikan Program Super Prioritas Peternakan dan Kesehatan Hewan yaitu pengembangan sapi model Tapos, korporasi kambing/domba dan pengembangan Sarang Burung Walet (SBW),” kata Syahrul.

Sementara itu, Kadis Pertanian Minsel Franky Pasla, yang dihubungi wartawan mengatakan keberhasilan ini tak lepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Minsel.

“Penandatanganan MoU Pengembangan Sarang Burung Walet tersebut tak lepas dari upaya Pemkab Minsel dibawah pimpinan Bupati Franky Wongkar dan Wakil Bupati Pdt. Petra Rembang yang beberapa waktu lalu mengunjungi Kantor Kementerian Pertanian,” ujar Pasla, Rabu (9/3).

Adapun ruang lingkup kegiatan tersebut, menurut Pasla meliputi peningkatan jumlah produksi melalui penambahan gedung/Rumah Burung Walet (RBW), peningkatan SDM pasca produksi diantaranya pelatihan tenaga pencucian sarang burung walet.

“Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan membuka peluang bagi masyarakat Minsel untuk mendukung program Gratiks, (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) Komoditas Pertanian,” ungkap Pasla.

Ditambahkannya, usaha ini selain akan menciptakan lapangan kerja pencucian sarang burung walet juga akan meningkatkan nilai peternak dan pelaku usaha burung walet di Minahasa Selatan.

“Kalau saat ini sudah memiliki 88 Unit Bangunan, kedepannya akan dikembangkan sebanyak 600 Unit Bangunan,” pungkas Pasla.

(Vimara)