PT. Jobubu Jarum Minahasa Jadi Pemrakarsa Terbentuknya Komunitas di Bandara Sam Ratulangi Manado

SEPUTARMANADO – PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, menggelar pertemuan bertajuk ‘Coffee Time’ bersama sejumlah pemangku kepentingan yang ada di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado pada 8 Februari 2023 kemarin.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini dihadiri Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang, GM Angkasa Pura Minggus Gandeguai bersama beberapa managernya dan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado Ambar Suryoko, SE, MM bersama beberapa Kepala seksi, Polsek Bandara dan perwakilan maskapai dari Garuda Indonesia.

Direktur Utama PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Audy Lieke kepada seputarnusantara.id, Sabtu (11/02/2023) mengatakan bahwa dirinya turut memberikan beberapa masukkan dan disambut baik dalam diskusi ini.

“Saya mempersilahkan kepada komunitas bandara untuk menggelar kegiatan kegiatan serupa di lounge Cap Tikus 1978,” kata Audy.

Dikatakan Audy, mereka yang hadir sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk yang dikenal lewat produknya Cap tikus 1978, Daebak Soju dan Daebak Sparks.

Apresiasi juga disampaikan atas suksesnya PT. Jobubu Jarum Minahasa yang merupakan perusahaan pertama dari Sulawesi Utara yang sukses melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Lounge Cap Tikus 1978 ini nyaman dan representative serta sangat baik untuk wisatawan berkunjung, disamping ada produk kearifan lokal juga disini bisa bertanya dan belajar mengenai produk kearifan lokal tersebut. Sangat baik dijadikan tempat pertemuan dan kami merasa nyaman disini,” ujar peserta diskusi kala itu.

Disampaikan Audy, Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang mengaku bersyukur kegiatan ini boleh diadakan, dimana kegiatan kumpul bersama ini sudah lama direncanakan dan berharap ada sebuah komunitas agar bisa berkoordinasi untuk kemajuan bersama, namun PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk sudah melakukannya.

Kegiatan ini juga menurut Audy dimanfaatkan untuk perkenalan Kepala Kantor Otoritas Bandara Sam Ratulangi Ambar Suryoko, SE, MM yang baru seminggu dilantik.

Melalui kegiatan ini pada akhirnya terbentuk komunitas lintas pemangku kepentingan di Bandara untuk lebih mengintensifkan pertemuan guna menjalin koordinasi dan komunikasi.

“Juga kami membahas rencana penerbangan perdana dari dan ke Jepang pada tanggal 1 Maret 2023, dimana persiapan lintas sektor perlu dipersiapkan,” katanya lagi.

HenceKaramoy

Dilantik Ketum Wilianto Tanta, Ketua PSMTI Sulut Johnny Lieke Siap Berkarya

SEPUTARMANADO – DR Johnny Lieke MH, MM resmi dikukuhkan dan dilantik sebagai ketua Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Utara (Sulut) periode 2022-2026 oleh Ketua Umum Wilianto Tanta di Swiss Bell Hotel Manado, Sabtu (26/11/2022).

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budianto, Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Theodorus Kawatu, Kepala Badan intelijen Negara daerah Sulut Brigjen TNI Raymond Marojahan SE, mewakili Danlantamal oleh ASOP Kolonel Laut Dwiyoga Pariyadi, Vice SME Head BRI Manado Teguh Rahadian, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut Sunardi syahid, Wabup Minsel Pdt. Petra Rembang dan undangan lainnya.

“Sebelum pembentukan PSMTI Sulut ini, jujur saya katakan ada 6 orang yang menghubungi saya dan merekomendasikan agar pak Johnny Lieke yang jadi Ketua PSMTI di Sulut. Saya sebenarnya sudah menunjuk orang lain yang akan memimpin PSMTI Sulut,” ujar Wilianto Tanta, Ketum PSMTI dalam sambutannya.

Permintaan dan rekomendasi dari beberapa tokoh di Sulut untuk Dr Johnny Lieke menjadi Ketum menurut Willianto Tanta membuat dirinya langsung mengambil keputusan menunjuk DR Johnny Lieke sebagai ketua.

‘Berjalannya waktu terbukti senioritas Johnny Lieke mampu menggalang dukungan hingga semuanya bergandengan tangan dan mau bergabung dalam organisasi ini,” katanya lagi.

Beberapa nama yang mendukung dan membantu perkembangan PSMTI di Sulut, diantaranya Andrey Angouw Walikota Manado, Wakil Bupati Minsel Petra Rembang, Nicho Lieke ketua APINDO/PHRI Sulut, Amelia Tungka Owner Megamas, Jimmy Asiku Owner IT Center, tokoh pengusaha dan politikus muda Audy Lieke dan para tokoh lainnya yang hadir dan dilantik ketum PSMTI Wilianto Tanta.

Tercatat ratusan pengurus PSMTI Sulut hadir dan menyatakan bersedia menjadi pengurus dan anggota PSMTI Sulawesi Utara.

Kiprah warga Tionghoa di Indonesia memang sudah terbukti untuk Sulut sendir, yaknii memiliki seorang pejuang Angkatan Laut yakni John Lie.

Ketum PSMTI menambahkan perjuangan pendahulu mereka hingga mendirikan organisasi ini diawali saat kerusuhan 5 Mei di Jakarta, orang tua pendiri PSMTI mengambil inisiatif untuk ikut membaur dan bersama masyarakat setempat, karena di saat itu banyak warga yang sangat membutuhkan bantuan.

“Orang tua kami menyebut jika kala itu ada sesuatu yang masih kurang dari kita, maka seluruh masyarakat Thionghoa diajak untuk membaur, dan perlu bersama dengan masyarakat setempat di sekeliling kita,” jelasnya.

Untuk PSMTI Sulut, Ketum tidak merasa ragu melihat kemampuan personil pengurus yang dilantik untuk berbagai kegiatan baik sosial, budaya dan kegiatan lainnya untuk ikut berperan membangun Sulawesi Utara.

“PSMTI tidak punya dana, tapi ada kerelaan dari pengusaha-pengusaha yang mampu memberikan kelebihan untuk membantu agar terwujud 3 poin aman, tentram dan sejahtera dapat tercapai,” ujar Wilianto Tanta.

Sementara, Johny Lieke mengatakan bahwa PSMTI ini organisasi yang bersifat sosial, bermasyarakat dan tidak mencampuri urusan politik.

“Visi dari PSMTI yaitu suku Tionghoa warga negara kesatuan republik Indonesia bersama komponen bangsa Indonesia, seluruhnya mempunyai hak dan kewajiban membangun NKRI menuju masyarakat adil dan Makmur. Sedangkan untuk Misi, meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan dan berkesinambungan, serta masuk dalam arus bangsa Indonesia, aktif dalam pembangunan NKRI di dalam segala aspek kehidupan,” ujar Johnny Lieke dalam sambutannya setelah pelantikan.

Terkait bantuan Johny Lieke menjelaskan bahwa belum lama ini PSMTI saat peristiwa gempa bumi yang terjadi di Cianjur memberikan sumbangan dan bantuannya sudah mencapai hampir Rp 1 Miliar.

“Ini yang sangat hebat dan ini juga fungsi PSMTI,” jelas Johnny Lieke.

“Kehadiran Kapolda Sulut, Yang mewakili Pangdam XIII/Merdeka Brigjen, Kepala Badan intelijen Negara daerah Sulut, mewakili Danlantamal, Vice SME Head BRI Manado, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Wabup Minsel Pdt. Petra Rembang dan para tokoh lainnya adalah bukti PSMTI ini sangat dihargai di Sulawesi Utara. Warga Tionghoa sudah sangat menyatu di Sulut, terbukti dengan banyaknya jabatan top eksekutif dan legislatif yang dijabat oleh warga etnis Tionghoa,” ujar Nicho Lieke, Wakil Ketua PSMTI Sulut.

Panitia yang di ketuai Juming Sumenda, S.Th, sekretaris Rudy Prasetyo, SH, M.Kn dan Bendahara Meichi Bibiana R, dan pengurus lainnya bersyukur kegiatan pelantikan boleh terlaksana dengan baik.

“Bersyukur semuanya dapat berjalan dengan baik,” ungkap Meichi Bibiana R yang juga seorang rohaniawan.

Diketahui berbagai program yang sudah dilaksanakan adalah pengobatan gratis, kegiatan kursus Bahasa Mandarin gratis, kegiatan donor darah dengan PMI, kegiatan penguatan usaha untuk UMKM, kerjasama dengan BRI dan program lainnya.

Kedepan PSMTI Sulut akan terus eksis menggelar kegiatan untuk menunjang kemajuan daerah Sulawesi Utara.

HenceKaramoy

Cap Tikus Lounge & Store di Bandara Sam Ratulangi Segera Diresmikan Gubernur Sulut

SEPUTARMANADO – PT. Jobubu Jarum Minahasa, dalam waktu dekat akan melaksanakan Grand Opening Cap Tikus Lounge & Store di lantai 1 pemberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado. Gerai ini rencananya akan diresmikan tanggal 24 September 2022 oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey.

Peresmian Gerai di Bandara Sam Ratulangi Manado dipersembahkan perusahaan di HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-58, sebagai karya dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.

“Kabar baiknya di hari spesial itu kami memberikan paket khusus HUT Sulut untuk para pengunjung dan penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan, yakni paket pembelian produk dengan discount unik dan souvenir,” ujar Audy Lieke, Direktur PT. Jobubu Jarum Minahasa.

Ditambahkan Audy, masyarakat Sulawesi Utara patut berbangga dibukanya gerai ini, karena perusahaan memberi ruang bagi masyarakat Sulawesi Utara untuk turut merasa memiliki dan bangga dengan produk ini.

“Cap Tikus Lounge & Store ini adalah persembahan kami untuk HUT Sulawesi Utara ke-58, bersama pemerintah kabupaten Minahasa Selatan kami persembahkan untuk kebanggan warga Sulut dan ini adalah produk kebanggan kita semua,” ujar Audy lagi.

“Cap Tikus 1978 adalah merupakan produk legenda dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara. Kesejahteraan 30.000 petani adalah bagian di dalamnya,” katanya.

Juga menurut Audy, yang membanggakan daerah Sulut, kini perusahaan yang dipimpinnya sejak 18 Agustus 2022 sudah masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan Go Publik atau terbuka.

“Kami menjadi perusahaan yang pertama dari Sulawesi Utara dan ini pun merupakan Kado untuk HUT Sulut ke-58. Maju dan semakin Hebat Sulawesi Utara. Dirgahayu Propinsi Sulawesi Utara,” kata Audy.

Produk Cap Tikus 1978 dikatakan Audy telah mampu menorehkan sejarah sebagai pembayar cukai terbesar dan patuh pajak serta menjadi mitra bea cukai.

“Kami sudah ada di hampir semua propinsi dan memiliki 20.000 outlet. Ini bukan pekerjaan yang mudah,” kata Audy lagi.

Selain memproduksi Cap Tikus 1978, PT. Jobubu Jarum Minahasa juga memproduksi Daebak Soju dan Daebak Sparks serta Hand Sanitizer Dr Vikers.

HenceKaramoy

Kanwil Bea Cukai Beri 2 Penghargaan Bagi Cap Tikus 1978 dan Patuh Pajak

SEPUTARMANADO – “Wow Keren” itulah ungkapan dari berbagai pihak dimana Produk kebanggaan rakyat Sulawesi Utara yakni Cap Tikus 1978 kembali memberikan kontribusi nyata dalam dunia usaha di Sulawesi Utara.

PT. Jobubu Jarum Minahasa yang terletak di Sulawesi Utara ini mendapat 2 penghargaan dalam kegiatan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Sulawesi bagian Utara, pada hari Rabu (15/6).

2 predikat terbaik yang diraih Cap Tikus 1978, yakni Perusahaan Pembayar Cukai Terbesar 2022 dan Pengusaha Cukai Teraktif 2022.

Atas kontribusi tersebut, perusahaan yang mengelola minuman Cap Tikus 1978, Daebak Soju dan Hand sanitizer dr. Vikers tersebut, kini akrab dan menjadi salah satu mitra penting Bea Cukai hingga mendapatkan 2 penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara.

Prestasi sebelumnya telah diukir di tingkat kyota Manado, dimana Kantor Bea Cukai Manado selama 2 tahun berturut turut memberikan penghargaan kepada Cap Tikus 1978 untuk kategori Penerimaan Cukai terbanyak.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang, mengatakan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi penerimaan negara di bidang cukai MMEA tahun 2022.

“Khusus PT. Jobubu Erwin Situmorang berharap bisa menjadi contoh bagi yang lain. Tercatat PT Jobubu Minahasa adalah penyumbang terbesar pada Kanwil Bea Cukai Sulbagtara sekaligus memberdayakan potensi lokal, baik komoditas Cap Tikus, kesejahteraan untuk petani, maupun tenaga kerja, penghargaan ini sebagai bentuk komunikasi agar pelaku usaha merasa pemerintah hadir untuk mereka,” kata Situmorang.

Semakin berkembangnya produk kebanggaan yang merupakan aset dan kebanggaan daerah Sulawesi Utara ini mendapat apresiasi pula dari pemerintah daerah melalui Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, aparat dan tentunya pihak Bea Cukai.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Henry Kaitjily SH beberapa waktu lalu mengatakan, pemerintah juga mengapresiasi Cap Tikus 1978. Karena ikut mengangkat ekonomi kreatif di Sulawesi Utara dalam menopang perekonomian daerah.

‘’Ini merupakan local wisdom yang ikut mengangkat dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif. The creation of value as a result of idea,‘’ ujar Kaitjily.

Di sisi lain, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar (FDW) menyatakan dukungan penuh pada petani serta pengusaha yang berusaha dan bekerja keras mengenalkan Cap Tikus ke masyarakat luas.

“Komitmen saya dan Pak Wakil Bupati Petra Rembang pada pengembangan Cap Tikus sangat jelas, di kegiatan APKASI saja kami membawa dan mempromosikan Cap Tikus, bahkan kami kenalkan pada pak menteri. Kami memberi apresiasi bagi pengusaha yakni PT JJM dan petani yang mengembangkan Cap Tikus. Apalagi jika ternyata pajak cukainya terbesar. Ini artinya, Cap Tikus sudah memberi pendapatan bagi pemerintah. Jadi memang produk ini harus dihargai,” tegas FDW.

Para pimpinan perusahaan produk Cap Tikus 1978, Nicho Lieke dan Audy Lieke menegaskan mereka patut berbangga dengan pencapaian ini karena kembali telah memberikan kontribusi positif untuk pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Utara.

“Hal yang luar biasa dalam pencapaian ini dimana pemerintah, pengusaha dan petani mendukung serta mendapatkan manfaat yang baik dari pengeloaan produk cap tikus 1978, ” ujar Nicho Lieke, pengusaha muda sukses jebolan Oxford University.

Nicho Lieke MBA menambahkan, penghargaan ini memotivasi pihaknya sebagai pelaku usaha untuk terus memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi daerah.

“Produksi yang meningkat akan mendorong permintaan di petani Cap Tikus. Di sisi lain, penerimaan negara lewat cukai juga naik,” kata Lieke.

Ketua Apindo Sulut ini menambahkan, sebagai pengusaha, pihaknya komitmen melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo. Bagaimana pengusaha meningkatkan investasi agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Terima kasih kepada Bea Cukai yang selama ini mendampingi dan menjadi mitra strategis,” kata Lieke.

Sementara Chief Operational Officer Audy Lieke mengatakan, Sulawesi Utara melalui produk Cap Tikus 1978, kini telah mendunia akibat sinergitas yang baik dari pihak pemerintah daerah yang sangat mendukung, kaum petani dan pengusaha.

“Kolaborasi yang solid dan terbina baik inilah yang membuat Cap tikus 1978 makin dikenal dan tim JJM melalui anak-anak muda kreatif, mampu mendongkrak popularitas minuman kebanggaan Sulawesi Utara ini, “.tambah Audy Lieke, tokoh muda Sulawesi Utara lulusan California State University, USA dan Universitas Indonesia.

Menerima Penghargaan dari Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, hal ini juga menurut Nicho Lieke merupakan penghargaan Bangsa Indonesia akan Kearifan Lokal dan jerih payah seluruh petani Sulawesi Utara dalam mengangkat budaya orang Minahasa ke level Nasional.

Sementara itu, Petani Cap Tikus asuhan PT Jobubu Jarum Minahasa, John Muntu, menyampaikan rasa bangganya karena hasil tani Cap Tikus yang dahulu sering dijerat oleh aparat hukum sekarang sudah tidak lagi dipermasalahkan, karena disalurkan ke pabrik pengolahan yang legal. Dia menuturkan, Cap Tikus yang sejak dahulu telah mengantar banyak anak muda Sulut lulus menjadi sarjana bahkan menjadi dokter, pengacara dan berbagai profesi yang patut diacungi jempol, kini semakin berkibar dengan adanya program petani asuhan dari pabrik seperti PT JJM.

“Terima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey, yang telah memberi dukungan kepada PT Jobubu Jarum Minahasa serta para petani cap tikus selama ini, karena ini merupakan pencapaian yang luar biasa walaupun bangsa kita sedang dilanda oleh pandemi Covid-19,” kata Muntu.

Hadir dalam kegiatan ini Kakanwil Bea Dan Cukai Sulbagtara Erwin Situmorang, Kepala Ombudsman Sulut, para kepala Bea & Cukai di lingkup Kanwil yakni BC Manado, Bitung, Pantoloan, Luwuk, Gorontalo dan Morowali serta sejumlah pimpinan perusahaan penerima penghargaan dan Undangan.

***/HenceKaramoy