Aturan Baru Kemenkes RI: Tiga Bulan Wajib Terima Vaksinasi Booster

Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, telah mengeluarkan surat bernomor SR.02.06/II/1180/2022, tertanggal 25 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal, Dr. dr. Maxi R. Rondonuwu, DHSM, MARS.

Surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Direktur Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan di seluruh Indonesia tersebut terkait penyesuaian pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan (Booster) bagi masyarakat umum.

Informasi ini diperoleh wartawan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dr Erwin Schouten, pada Sabtu (26/2/2022)

“Surat tersebut menindaklanjuti surat edaran nomor HK.02.02/II/252/2022, tentang vaksinasi COVID-19 Booster tanggal 12 Januari 2022 dan mempertimbangkan terus bertambahnya kasus COVID-19,” kata Kadis Schouten.

Menurutnya, perlindungan masyarakat terhadap COVID-19 perlu terus ditingkatkan, termasuk pemberian vaksinasi Booster.

“Di surat ini dijelaskan bahwa interval pemberian Booster bagi lansia (usia lebih dari 60 tahun) dan masyarakat umum telah disesuaikan minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap,” ujarnya.

Namun, terkait tata cara pemberian, tempat pelaksanaan, alur pelaksanaan dan pencatatan vaksinasi COVID-19 tetap mengacu pada surat edaran tersebut sebelumnya.

(Redaksi)

Jika Idap 5 Penyakit Ini, Sebaiknya Jangan Divaksin COVID-19

Minsel, SN.id — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dr. Erwin Schouten, saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya mengatakan bahwa ada lima jenis penyakit yang jika diidap masyarakat, sebaiknya tidak melakukan vaksinasi COVID-19.

Kelima penyakit tersebut, seperti alergi berat, sakit Gondok Dalam/Gondok Luar, penyakit Jantung, Ginjal dan Gula yang tak terkontrol.

“Jika mengidap kelima  jenis penyakit tersebut, sebaiknya jangan melakukan vaksinasi COVID-19, sangat berbahaya,” kata dr. Erwin, beberapa waktu lalu.

Menurut dr. Erwin, masih mendingan memberikan vaksinasi ke masyarakat lanjut usia (Lansia) yang umur 90 tahun dari pada ke mereka yang mengidap penyakit tersebut.

“Jika menderita penyakit tersebut, masyarakat sebaiknya membuat surat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amurang atau sekarang ini bisa langsung ke Kantor Dinas Kesehatan Minsel,” ujarnya.

Dengan memiliki surat ini, dr. Erwin berpendapat masyarakat yang menderita penyakit tersebut dapat melakukan perjalanan, tanpa takut diberhentikan dan dipaksa melakukan vaksinasi.

(Redaksi)