ALLAH Yang Benar, Hidup dan RAJA kekal (Yeremia 10:1-16)

Penulis : Pdt. Frany P. Kuron, S.Th

Manado, SeputarNusantara.id – YEREMIA menyampai firman Tuhan kepada bangsa Israel dalam rentang waktu yang panjang, yaitu dari zaman raja Yosia bin Amon, raja Yehuda sampai Yerusalem diduduki oleh Babel dan Bangsa Israel diangkut ke pembuangan (Yeremia 1:1-3).

Yeremia melayani Tuhan dan melakukan segala yang diperintahkan Tuhan.

Walaupun harus mempermalukan diri, mengalami gumul besar yang datang dari bangsanya sendiri, ingin dibunuh, terasing di Mesir, Yeremia tetap setia pada panggilannya.

Yeremia melayani Tuhan dengan penuh ketaatan dan kesetiaan.

Yeremia melayani Allah yang benar, hidup dan raja Kekal.

Allah yang tidak bisa dibandingkan dengan berhala-berhala yang disembah bangsa-bangsa.

Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: “Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini.”

Yeremia melayani Tuhan sejak masa mudanya.

Bahkan sebelum dilahirkan Yeremia sudah ditetapkan Allah untuk menjadi hamba-Nya untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

Ternyata Yeremia dipanggil Tuhan untuk bernubuat bukan hanya bagi Bangsa Israel, tapi juga bagi semua bangsa.

Allah yang dilayani Yeremia berkuasa atas bangsa-bangsa.

SOSOK YEREMIA

Yeremia menjadikan kemudaannya sebagai Alasan untuk menolak pelayanan yang dipercayakan kepadanya.

Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda (1:6).

Yeremia juga seorang yang tidak pandai bicara.

Yeremia menyadari kelemahannya dan menjadikan kelemahannya itu sebagai alasan untuk menolak pekerjaan yang akan dipercayakan Tuhan kepadanya.

Sobat obor pernahkah merasa seperti Yeremia?

Menjadikan masa muda sebagai alasan menolak pelayanan yang dipercayakan.

Tidak percaya diri, pemalu dan tidak pandai berbicara di depan umum juga dijadikan alasan untuk menolak pelayanan yang dipercayakan.

Apa yang dialami Yeremia dan sobat obor, juga pernah dialami oleh Musa.

Dalam keluaran 4:10, Musa menjadikan kelemahannya untuk menolak perintah Tuhan menjadi pemimpin atas Israel dan membawa mereka keluar dari Mesir.

Perasaan ini juga yang dirasakan oleh Timotius sehingga dalam suratnya, Paulus harus menguatkan Timotius dengan; jangan seorang pun mengganggap engkau rendah karena engkau muda.

Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Sobat obor, Tuhan pencipta dan kita manusia ciptaan

Terkadang kita merasa paling tahu diri kita, kekurangan dan kelebihan kita, apa keperluan dan kebutuhan kita dan tidak menyadari bahwa Allah penciptalah yang paling tahu siapa dan apa yang dibutuhkan ciptaanNya.

Sobat obor percayalah dan tetaplah berpengharapan pada rencana Allah dalam diri kita.

Terus hidup taat dan setia pada Tuhan.

Andalkan Tuhan setiap waktu.

Ini jugalah yang diinginkan Allah dilakukan Bangsa Israel.

Yeremia dipakai Allah untuk menyampaikan kehendak Allah ditengah kehidupan umatNya bahkan bangsa-bangsa.

Bangsa Israel telah menyaksikan perbuatan tangan Tuhan yang ajaib memberkati perjalanan kehidupan mereka baik pribadi dan umat.

Bangsa Israel punya banyak alasan untuk tetap taat dan setia pada Tuhan.

Tapi kenyataannya Bangsa Israel meninggalkan Tuhan.

Sejak Awal nabi Yeremia sudah menyerukan seruan pertobatan bagi Bangsa Israel.

Bangsa Israel berulang kali diingatkan untuk jangan mengandalkan manusia tapi bersandar dan andalkan Tuhan.

Percaya pada kemahakuasaan Tuhan Allah yang adalah Allah yang benar, hidup dan raja kekal, tapi tetap saja Bangsa Israel tidak mau mendengar seruan itu.

Bangsa Israel mengandalkan kekuatan mereka sendiri.

Mereka ingin menyelesaikan masalah dengan cepat.

Mereka menginginkan merekalah yang memegang kendali bukan Allah.

Lebih para lagi Bangsa Israel tergiur untuk menyembah berhala.

Ketidaktaatan Bangsa Israel mengakibatkan penghukuman.

Yeremia menyampaikan pembuangan di babel merupakan cara Allah menghukum umatNya yang tidak setia.

PEMAHAMAN ALKITAB

Sobat obor bacaan kita saat ini mengingatkan kita untuk taat dan setia kepada Tuhan.

Dimasa muda kita ingin memperoleh sesuatu dengan gampang dan menggunakan segala cara untuk mewujudkan keinginan kita.

Tetaplah bertanya apa rancangan Tuhan bagiku dan apa yang Tuhan inginkan untuk ku lakukan.

Tuhan paling tahu masa depan kita, Dia ingin kita percaya pada rancangannya bagi kita. Tetap percaya dan bersandar pada Allah yang benar, hidup dan raja kekal.

Amin

Renungan Pdt Yahya Mulyono: Mencari Yang Terhilang

SEPUTAR NUSANTARA – Khotbah Pdt. Yahya Mulyono, dengan tema: ‘Mencari Yang Terhilang’ mengacu pada Pembacaan Alkitab dalam I Yohanes 4:7-12.

Simak Selengkapnya:

Brian Warner adalah seorang remaja Kristen yang pemalu, minder, dan kurang percaya diri.

Tubuhnya kurus seperti penggaris dan wajahnya berjerawat.

Dalam gerejanya, ia termasuk remaja yang tidak pernah mendapat perhatian.

Ketika kaum muda di gerejanya mengadakan acara refreshing di sebuah taman hiburan, lagi-lagi Brian harus sendirian, terkucilkan dari lingkungannya.

Tak satupun orang yang menemaninya atau mengajaknya bicara.
Seakan-akan Brian tak pernah ada di situ.

Hal itu terlalu menyakitkan baginya sehingga 3 bulan kemudian Brian mundur dari gerejanya.

Bertahun-tahun kemudian remaja yang penuh sakit hati terhadap gereja ini tumbuh menjadi seorang pria yang sangat populer.

Ia mengganti nama BRIAN dengan nama seorang perempuan yang bunuh diri yaitu MARLYN, kemudian nama WARNER ia ganti menjadi MANSON, yg merupakan nama seorang pembunuh bertopeng.

Kemudian membuat suatu grup band yang sekarang memiliki jutaan fans di seluruh dunia.

Ia adalah Marlyn Manson, seorang yang menyebut dirinya “maha bintang antikris”.

Marlyn Manson merupakan salah satu bintang rock terheboh abad ini.

Prestasinya sebagai pengikut antikris mulai terlihat ketika lagu2nya membuat penggemarnya membunuh teman-teman nya di SMU Columbine Colorado,

dan masih banyak pengaruh Manson yang lain merusak generasi muda.

Kalau saja ada orang yang peduli dengan Brian saat di gereja atau di taman hiburan itu.

Kalau saja ada orang yang mau berteman dengannya, paling tidak mengajak bicara dan menyebut namanya.

Kalau saja ada orang yang mengasihinya, Marlyn Manson perusak generasi muda tidak akan pernah ada?!

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Brian Warner adalah seorang remaja Kristen yang pemalu, minder, dan kurang percaya diri.

Tubuhnya kurus seperti penggaris dan wajahnya berjerawat.

Dalam gerejanya, ia termasuk remaja yang tidak pernah mendapat perhatian.

Ketika kaum muda di gerejanya mengadakan acara refreshing di sebuah taman hiburan, lagi-lagi Brian harus sendirian, terkucilkan dari lingkungannya.

Tak satupun orang yang menemaninya atau mengajaknya bicara.
Seakan-akan Brian tak pernah ada di situ.

Hal itu terlalu menyakitkan baginya sehingga 3 bulan kemudian Brian mundur dari gerejanya.

Bertahun-tahun kemudian remaja yang penuh sakit hati terhadap gereja ini tumbuh menjadi seorang pria yang sangat populer.

Ia mengganti nama BRIAN dengan nama seorang perempuan yang bunuh diri yaitu MARLYN, kemudian nama WARNER ia ganti menjadi MANSON, yg merupakan nama seorang pembunuh bertopeng.

Kemudian membuat suatu grup band yang sekarang memiliki jutaan fans di seluruh dunia.

Ia adalah Marlyn Manson, seorang yang menyebut dirinya “maha bintang antikris”.

Marlyn Manson merupakan salah satu bintang rock terheboh abad ini.

Prestasinya sebagai pengikut antikris mulai terlihat ketika lagu2nya membuat penggemarnya membunuh teman-teman nya di SMU Columbine Colorado,

dan masih banyak pengaruh Manson yang lain merusak generasi muda.

Kalau saja ada orang yang peduli dengan Brian saat di gereja atau di taman hiburan itu.

Kalau saja ada orang yang mau berteman dengannya, paling tidak mengajak bicara dan menyebut namanya.

Kalau saja ada orang yang mengasihinya, Marlyn Manson perusak generasi muda tidak akan pernah ada?!

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

(***/Redaksi)

Renungan Pdt. Yahya Mulyono: ‘Menggeser Tuhan’

SEPUTAR NUSANTARA – Renungan Pdt Yahya Mulyono, dengan Tema ‘Menggeser Tuhan’ mengacu pada pembacaan Alkitab 2 Raja-Raja 16.

Simak Selengkapnya:

Dalam situasi sulit, seseorang dapat bertindak di luar waktu dan cara Tuhan.

Hal ini terjadi dengan menggantikan posisi yang diandalkan (bukan Tuhan), yaitu orang atau sesuatu hal lain yang dianggap lebih kompeten, mudah diakses atau dikendalikannya.

Tindakan seperti ini hanya memperburuk situasi dan menghancurkan.

Raja Ahas melakukan apa yang salah dan jahat di mata Tuhan (2).

Dia menyembah berhala dan mempersembahkan anaknya sebagai kurban dalam api (3-4).

Dalam berperang, sebenarnya dia tidak mudah dikalahkan musuh (5).

Tuhan menolong dan menjaga kerajaan Yehuda dari kekalahan akibat serangan musuh.

Tetapi Ahas tidak puas dan ia mengajukan permohonan perlindungan kepada raja Asyur, bukan kepada Tuhan.

Keputusan Ahaz ini menjadi tindakan yang fatal di kemudian hari, karena raja Asyur bukannya membantu melainkan semakin menyesakkan raja Ahas (19-20).

Ahaz menggantikan posisi Tuhan dengan raja Asyur.

Ahaz semakin tidak benar dengan mengatur imam termasuk perkakas ibadah yang telah Tuhan tetapkan.

Kelihatannya Ahaz melayani Tuhan, tapi hal itu dilakukan demi keuntungan sendiri.

Dia membuat keputusan sekehendak hatinya dengan menentang peraturan yang Tuhan perintahkan.

Di sini terlihat bahwa Ahaz sebenarnya menggantikan Tuhan dengan berhala, raja Asyur, dan dirinya sendiri.

PEMAHAMAN ALKITAB

Saya harus menyembah Tuhan karena memang Dia layak disembah, bukan karena ingin menjadikan Dia seperti keinginan saya.

Hanya lewat ketaatan dalam segala hal, keinginan untuk mengganti posisi Tuhan dengan “berhala-berhala” lain bisa dihindari.

(***/Redaksi)

Renungan Pdt Yahya Mulyono: ‘Tekunlah Berdoa’

SEPUTAR NUSANTARA – Renungan Pdt Yahya Mulyono, dengan Tema Tekunlah Berdoa mengacu pada Yakobus 5:16b.

Yakobus 5:16b:

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Simak selengkapnya:

ILUSTRASI

Pagi itu seorang pengembara tiba di sebuah desa yang cukup besar. Ada pemandangan yang agak mengherankan baginya karena di desa itu setiap orang yang dilihatnya tidak ada yang memakai sepatu padahal jalanan desa sangatlah kasar, banyak batu-batu yang tajam.

Pengembara itu pun memberanikan diri untuk bertanya kepada seorang laki-laki yang kebetulan berpapasan dengannya.

“Mengapa tidak seorang pun di desa ini yang memakai sepatu? Apakah orang-orang di sini belum tahu tentang sepatu?”

Laki-laki itu menjawab, “Oh, semua orang di desa ini tahu tentang sepatu.”

“Tetapi mengapa mereka tidak memakai sepatu untuk melindungi kakinya?”

“Itulah masalahnya, tidak seorang pun yang mau memakai sepatu,” jawab laki-laki itu.

Pengembara tersebut terus berjalan menyusuri jalanan desa masih dengan rasa penasaran tentang orang-orang desa yang tidak bersepatu.

Ia pun bertanya kepada seorang anak muda. “Apakah di sini tidak ada yang menjual sepatu?”

“Desa ini justru terkenal karena produksi sepatunya. Lihatlah, bangunan besar itu adalah pabrik sepatu dan orang-orang desa ini tahu benar bahwa sepatu yang diproduksi di sini sangat berkualitas.”

“Tetapi mengapa tidak ada yang memakai sepatu?”

“Itulah masalahnya, tidak ada yang mau memakai sepatu,” jawab anak muda tersebut.

PEMAHAMAN ALKITAB

Kita sebagai pengikut Yesus mempunyai pengalaman yang sama dengan orang-orang desa yang tidak mau memakai sepatu meskipun mereka tahu persis betapa sepatu itu akan melindungi kakinya.

Bedanya, masalah yang kita alami tidak berhubungan dengan sepatu, tetapi dengan doa.

Kita tahu banyak tentang doa bahwa doa sangat besar kuasanya, doa bisa menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, doa bisa menarik kuasa Tuhan turun, doa bisa menggagalkan siasat jahat Iblis.

Tetapi mengapa kita malas dan tidak mau berdoa?

Kita lebih memilih untuk mencari pembelaan dan dukungan dari manusia dengan mencurahkan keluh kesah kita kepada mereka, kita lebih memilih untuk memikul beban kita sendiri, berlinang air mata siang dan malam sambil mengharapkan beban itu akan berlalu dengan sendirinya.

Beberapa orang justru pergi jauh-jauh mencari dukun dan membayar dengan harga mahal untuk apa yang menjadi pergumulan mereka.

Kita lupa bahwa berdoa merupakan pilihan yang utama, pilihan yang benar yang akan membawa kelegaan dan kepuasan bagi jiwa kita.

Kalahkanlah tipuan Iblis yang berusaha memalingkan perhatian kita dari senjata ampuh yaitu doa.

Kita adalah orang-orang yang sangat rugi jika kita hanya mengerti tentang kuasa doa tetapi tidak pernah menikmati manfaatnya karena kita tidak pernah berdoa.

Luangkan waktu untuk berdoa setiap hari maka kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan kuasa-Nya yang besar.

Tuhan Yesus memberkati…

(***/Redaksi)

Renungan Pdt. Yahya Mulyono: Doa Yang Dikabulkan

SEPUTAR NUSANTARA – Saat percaya dan berdoa, kita akan menerima hal-hal mustahil yang tidak pernah terpikirkan.

Renungan Pdt. Yahya Mulyono, dengan judul ‘Doa Yang Dikabulkan’, merujuk pada Kitab Lukas 11:9.

Lukas 11 : 9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Renungan yang ditulis Pdt. Yahya Mulyono ini dikutip disebar di Grup Facebook Doa dan Renungan Kristen Official menarik untuk diikuti.

Simak selengkapnya:

Dalam sebuah gubuk di pinggiran desa, satu keluarga sedang berdoa kepada Tuhan minta makanan karena sudah beberapa hari mereka tidak ada makanan.

Dan bukan suatu kebetulan waktu itu seorang Badut lewat depan rumah gubuk itu.

Ketika si Badut lewat rumah itu ia mendengar ada orang sedang berseru berdoa kepada Tuhan minta makanan.

Sang Badut yang tidak mengenal Tuhan dalam hatinya mentertawakan.

Lalu si Badut dengan iseng ingin menggoda mereka..

Pergilah si Badut ke pasar beli sekeranjang makanan.

Kemudian meletakan keranjang itu di depan rumah dan si Badut mengetuk pintu lalu ia sembunyi.

Orang dalam rumah mendengar pintu di ketuk maka segera membuka pintu tetapi tidak ada orang, namun di depan pintu ada sekeranjang yang isinya penuh dengan makanan.

Spontan mereka mengucap syukur “Tuhan terima kasih Engkau menjawab doa kami”.

Tiba tiba Sang Badut meloncat keluar dari samping rumah dan berkata: “Hai aku yang meletakkan keranjang itu bukan Tuhan”.

Tapi, jawab mereka dengan gembira: “Terima Kasih Badut, Tuhan pakai anda untuk menjawab doa kami”.

Anda mungkin tidak percaya tentang kisah diatas, namun Tuhan yang maha kuasa punya banyak cara dan bisa pakai siapa saja untuk menjawab doa-doa kita.

Maka jangan menyerah, tetap tekun dalam doa.

Terpujilah Tuhan, karena Ia telah mendengar suara permohonanku (Mazmur 28:6).

(***/Redaksi)