Perusahaan Cap Tikus 1978 Yakni PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk Kembali Raih Penghargaan Dari Bea Cukai Manado

Manado. PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk yang merupakan perusahaan Sulut pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia, Kembali memperoleh penghargaan dari Kantor Bea Cukai Manado. Ini merupakan kali ke tiga secara beruntun PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk memperoleh penghargaan dari Kantor Bea Cukai Manado. Perusahaan dengan produk Cap tikus 1978, Daebak Soju dan Daebak Spark ini terus berkembang bahkan sahamnya banyak diminati di Bursa Efek Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Bea Cukai Manado ini dirangkaikan juga dengan Sosialisasi Uji Coba CEISA Care dan Pemberian Apresiasi dan Penghargaan Kepada Pengguna Jasa Terbaik Tahun 2023 di Lingkungan KPPBC TMP C Manado pada hari Kamis (14/12/2023). Uji Coba CEISA Care tersebut mehadirkan 2 narasumber yakni Edison Marpaung dan Try Ifdil dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (IKC). Setelah uji coba ini diharapkan pengguna jasa Bea Cukai Manado dapat mengoptimalkan penggunaan CEISA Care sebagai wadah untuk menyampaikan apabila terdapat kendala pada sistem saat pengurusan dokumen kepabeanan dan cukai.

Selain uji coba CEISA CARE kegiatan hari itu juga dirangkaikan pemberian penghargaan kepada pengguna jasa terbaik di Lingkungan KPPBC TMP C Manado. Penghargaan tersebut diberikan sebagai wujud apresiasi kepada pengguna jasa terbaik periode tahun 2023 pada masing-masing bidang .

Adapun penghargaan tersebut yakni Kategori pengguna Jasa Terbaik Bidang Cukai diberikan kepada PT Jobubu Jarum Minahasa, Tbk dan PT Hakato Artha Industri. Untuk kategori Pengguna Jasa Terbaik di Bidang Kepabeanan diberikan kepada PT Conch North Sulawesi Cement dan PT Cargill Indonesia, selanjutnya untuk kategori Eksportir Perdana terbaik KPPBC TMP C Manado yakni CV Mercy Samudera.

Syamsul Bahri Kepala Kantor Bea Cukai Manado menyampaikan bahwa saat ini, Bea Cukai Manado terus mengupayakan peningkatan layanan dengan penerapan Ceisa 4.0. “Oleh karena itu, kami mengharapkan kerjasama, sinergi serta dukungan dari pengguna jasa dalam rangka mewujudkan pelayanan yang terbaik, Ujar Syamsul Bahri.

Dalam hal pemberian penghargaan kepala kantor Bea Cukai Manado menyampaikan bahwa dengan pemberian apresiasi dan penghargaan ini kiranya mampu mendorong sinergi dan kolaborasi antara Bea Cukai Manado dengan para pengguna jasa. “Kiranya penghargaan ini mampu mendorong peran serta pengguna jasa dalam pembangunan negeri ini melalui pembayaran Bea Masuk, Cukai dan pajak dalam rangka ekspor maupun impor, “Tambah Syamsul Bahri didampingi Tri Abdiawan Amir Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan & Cukai.

Para penerima penghargaan bersama Bapak Syamsul Bahri Kepala Kantor Bea Cukai Manado


Sementara itu salah satu penerima penghargaan yakni PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk patut bersykur Kembali mendapatkan penghargaan dan ini merupakan kali ketiga PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk memperoleh penghargaan dari Kantor Bea Cukai Manado. Perusaahaan yang dikenal dengan produk kearifan local kebanggaan sulut yakni Cap tikus 1978 serta produk lainnya yakni Daebak Soju dan Daebak Spark ini terus eksis turut membantu mensejahterakan para petani Cap Tikus di daerah Sulawesi Utara. “Terima kasih untuk penghargaan ini dan komitmen serta Kerjasama yang baik antara kami PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk dan Bea Cukai Manado yang terus membantu kali serta saling mendukung untuk kemajuan Bersama, “Ujar Sugiarto Santoso yang akrab dipanggi pak Anggi didampingi Cinthya Wongsuwiryo dari PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk.

Acara diakhiri dengan penandatanganan pakta komitmen integritas oleh perwakilan dari pengguna jasa terbaik dan Kepala KPPBC TMP C Manado. Penandatanganan tersebut sebagai wujud komitmen bersama untuk menegakkan integritas. (Hence Karamoy)

Warga Sulut Bangga Cap Tikus 1978 Semakin Dikenal Di Bandung, Dan Hal Ini Yang Di Sepakati dengan Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Manado – Perusahaan Pertama dari Sulawesi Utara yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan Terbuka yakni PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk kembali berinovasi, bersama Politeknik Pariwisata NHI Bandung sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Kampus Poltekpar NHI Bandung, Kamis (26/10/2023), merupakan kerjasama Dukungan Pendidikan terutama pengembangan produk Kearifan Lokal Indonesia.

MoU ditandatangani oleh Andar Danova L. Goeltom S.Sos., M.Sc, CHE, Direktur Poltekpar NHI Bandung dan Fajar Taufik Hidayatullah mewakili perusahaan sebagai Direktur PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Turut menandatangani sebagai saksi Staf khusus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Produktivitas, Nilai Tambah Kekayaan Intelektual, dan Daya Saing, Joshua P.M. Simandjuntak (RCA), MA.

Turut hadir Kepala Pusat Pengembangan SDM Kemenparekraf/Baparekraf, Faisal, MM.Par, CHE dan Wakil Direktur 3 Bidang Kerja Sama, Alumni dan Kemahasiswaan, Erfin Roesfian, S.Sos, M.Hum, CHE, serta perwakilan managemen PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Fernando (Spark) Lotulung.

Seremonial tanda tangan MoU ini, khusus untuk PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk dilakukan pada acara penutupan kegiatan 5th NTSC (NHI Tourism Skills Competition) 2023 yang diselenggarakan sejak tahun 2019.

Maksud kerjasama untuk mengembangkan dan mengenalkan produk kearifan lokal dengan mensinergikan program antara perusahaan dan pendidikan vokasi di bidang pariwisata.

Untuk diketahui PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk adalah perusahaan produsen minuman beralkohol yang salah satu produknya adalah minuman alkohol tradisional atau kearifan lokal yaitu Captikus 1978 yang merupakan kebanggaan Masyarakat Sulawesi Utara yang kini mulai mendunia.

Dengan adanya MoU ini Poltekpar NHI Bandung dan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk diharapkan mampu bersinergi dalam kerjasama di bidang pendidikan dengan produk kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan program Indonesia Spice Up The World dan Wonderfull Indonesia dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (Hence Karamoy)

PT Jobubu Jarum Minahasa, Tbk Apresiasi Lokasi Wisata Tuur Maasering Tomohon

Tomohon, SeputarNusantara.id – Lokasi Wisata bernuansa alam perkebunan hanya anda bisa nikmati di Tuur Maasering.

Pemandangan dan lokasi alam perkebunan yang alami dapat ditemui di tempat ini.

Berbagai model bentuk kearifan lokal dapat ditemui di Tuur Maasering ini baik kulinernya, alam sekitar hingga minuman khas kearifan lokal minahasa yakni Cap Tikus dapat anda temui di tempat ini.

Pengunjung yang masuk lokasi ini akan langsung bisa mencicipi minuman alkohol khas minahasa yakni Cap Tikus.

Di lokasi ini pula para pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan minuman alkohol tradisional Minahasa ini.

Diketahui, di masyarakat Minahasa pengolahan Cap Tikus sudah dikelola secara turun temurun dan hampir di semua daerah di Minahasa akan dijumpai petani Cap Tikus.

Hingga saat ini Cap Tikus sudah diproduksi dalam skala besar dan legal.

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk yang merupakan produsen Cap Tikus 1978 yang legal melalui Presiden Komisaris Nicho Lieke dan Dirut Audy Lieke memberi apresiasi positif akan keberadaan Tuur Maasering yang mengangkat produk kearifan lokal.

Sementara Owner Tuur Maasering Jeffry Polii (Jepol)
sangat mendukung keberadaan Cap Tikus 1978 yang legal dan berpita cukai ini.

“Kami mengolah dan memberikan edukasi tentang bagaimana Cap Tikus ini dihasilkan dan bersyukur kini telah ada Cap Tikus yang legal sehingga untuk ole-ole dibawa ke daerah lain kita sudah ada produk kearifan lokal,” ujar Jeffry Polii.

Terkait lokasi wisata Tuur Maasering Jepol mengatakan bahwa ada 2 hal yang membuat dirinya membangun lokasi ini.

“Yakni wisata berbasis masyarakat, artinya masyarakat jadi mata rantai wisata dan terlibat langsung dengan ikut menyediakan berbagai kebutuhan,” ujar Jepol.

“Kemudian, isu yang diangkat yakni peningkatan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan,” ucapnya.

Tuur maasering di gagas dan Jepol ingin mencoba apakah bisa berjalan antara kepentingan ekonomi dan keselamatan lingkungan.

“Aren adalah benteng terakhir dimana pohon aren mampu menahan erosi dan menampung air dan harus kita buat bernilai,” tambah Jefri.

Dikatakannya lagi, tamu-tamu datang di lokasi ini, mulai dari daerah Sulut sendiri namun juga cukup banyak dari negara lain.

“Ternyata aren bisa menarik wisatawan, makanya jangan dipotong. Hal ini kami angkat agar anak-anak muda suatu saat tetap bangga dan tahu cara batifar,” ungkap Jepol yang juga aktifis WALHI.

Pengunjung mancanegara dan bahkan staf khusus Presiden Jokowi dibuat terkesima dengan lokasi ini.

“Sangat tepat kini sudah ada produk legal yakni Cap Tikus 1978 sebagai ole-ole dan kami bangga ada produk kearifan lokal asal Sulut dan kami disini sekedar menerangkan tidak bisa dibawa,” kata Jepol lagi.

M. Faisol dan Novel Mewengkang dari PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk atau yang memproduksi minuman Cap Tikus 1978 yang berkunjung, diterima langsung owner Tuur Maasering pada hari Jumat (26/5/2023).

“Kami disambut baik, ke depan kita akan jalin kerjasama untuk saling memperkenalkan produk kebanggaan orang Minahasa yakni Cap Tikus ini,” ucap M. Fasol Alogo Manager Area Sulawesi, Kalimantan dan Maluku.

Ada banyak kisah dari para pengunjung diantaranya dari Perancis, Belanda, Jepang dan dari negara lainnya.

Dengan tag line torang jaga alam, alam jaga torang, ini merupakan ungkapan yang sangat baik.

HenceKaramoy

PT. Jobubu Jarum Minahasa Jadi Pemrakarsa Terbentuknya Komunitas di Bandara Sam Ratulangi Manado

SEPUTARMANADO – PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, menggelar pertemuan bertajuk ‘Coffee Time’ bersama sejumlah pemangku kepentingan yang ada di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado pada 8 Februari 2023 kemarin.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini dihadiri Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang, GM Angkasa Pura Minggus Gandeguai bersama beberapa managernya dan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado Ambar Suryoko, SE, MM bersama beberapa Kepala seksi, Polsek Bandara dan perwakilan maskapai dari Garuda Indonesia.

Direktur Utama PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Audy Lieke kepada seputarnusantara.id, Sabtu (11/02/2023) mengatakan bahwa dirinya turut memberikan beberapa masukkan dan disambut baik dalam diskusi ini.

“Saya mempersilahkan kepada komunitas bandara untuk menggelar kegiatan kegiatan serupa di lounge Cap Tikus 1978,” kata Audy.

Dikatakan Audy, mereka yang hadir sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk yang dikenal lewat produknya Cap tikus 1978, Daebak Soju dan Daebak Sparks.

Apresiasi juga disampaikan atas suksesnya PT. Jobubu Jarum Minahasa yang merupakan perusahaan pertama dari Sulawesi Utara yang sukses melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Lounge Cap Tikus 1978 ini nyaman dan representative serta sangat baik untuk wisatawan berkunjung, disamping ada produk kearifan lokal juga disini bisa bertanya dan belajar mengenai produk kearifan lokal tersebut. Sangat baik dijadikan tempat pertemuan dan kami merasa nyaman disini,” ujar peserta diskusi kala itu.

Disampaikan Audy, Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang mengaku bersyukur kegiatan ini boleh diadakan, dimana kegiatan kumpul bersama ini sudah lama direncanakan dan berharap ada sebuah komunitas agar bisa berkoordinasi untuk kemajuan bersama, namun PT. Jobubu Jarum Minahasa, Tbk sudah melakukannya.

Kegiatan ini juga menurut Audy dimanfaatkan untuk perkenalan Kepala Kantor Otoritas Bandara Sam Ratulangi Ambar Suryoko, SE, MM yang baru seminggu dilantik.

Melalui kegiatan ini pada akhirnya terbentuk komunitas lintas pemangku kepentingan di Bandara untuk lebih mengintensifkan pertemuan guna menjalin koordinasi dan komunikasi.

“Juga kami membahas rencana penerbangan perdana dari dan ke Jepang pada tanggal 1 Maret 2023, dimana persiapan lintas sektor perlu dipersiapkan,” katanya lagi.

HenceKaramoy

Kakanwil Bea Cukai Sentil Cap Tikus 1978 yang Sukses Masuk BEI ke Pelaku Ekonomi Sulut

SEPUTARMANADO – Kantor perwakilan Keuangan menggelar kegiatan Talkshow Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022 Sulawesi Utara (Sulut) di salah satu Cafe di bilangan Pumorow, Kota Manado, Senin (9/1/2023).

Dalam pemaparannya Kakanwil Bea Cukai Erwin Situmorang menyampaikan berbagai hal tentang APBN Sulut 2023. Pencapaian kinerja APBN di Sulawesi Utara Tahun 2022 bisa dikatakan baik. Hal ini tercermin dari realisasi yang mencapai 90 persen sekian, baik untuk pendapatan dan belanja.

Koordinator Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sulawesi Utara, Erwin Situmorang menjelaskan, untuk APBN, realisasi Pendapatan Negara adalah Rp 4,98 triliun.

Disamping Kakanwil Bea Cukai Manado Erwin Situmorang hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia Andry Prasmuko, dari kanwil pajak, Kakan Bea Cukai manado Syamsul Bahri, Rofiq kepala KPKNL, Dahnial pimpinan OJK SULUT, Balai diklat, APINDO diwakili ibu Amelia Tungka, KADIN, ISEI, pemprov, dan sejumlah wartawan.

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Bea Cukai Erwin Situmorang sempat menyinggung tentang keberhasilan PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, yang bisa sukses masuk IPO dan melantai di bursa saham dan sebagai pembayar cukai terbesar di Sulut.

“Sangat luar biasa perusahaan asli Sulawesi Utara dan bisa ada di Bursa Efek Jakarta bahkan mendapat sambutan yang luar biasa dari publik. Ini menandakan daerah Sulut terus semakin maju dan berkembang,” ujar Situmorang.

Situmorang yang hadir pada listing resmi di gedung Bursa Efek Indonesia mengatakan bahwa PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk resmi tercatat dengan kode emiten BEER di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat, 6 Januari 2023.

Keberhasilan PT. Jobubu pun mendapat apresiasi dan Kakanwil Bea Cukai Erwin Situmorang memberikan kesempatan untuk menyampaikan hal terkait suksesnya PT. Jobubu melantai di BEI.

Humas PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk, H. Karamoy mengatakan bahwa PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk menjadi Perseroan pertama asli dari Indonesia dan yang pertama dari Sulawesi utara yang berhasil melakukan pencatatan saham perdananya dengan harga Rp 220 per saham.

PT. Jobubu Jarum Minahasa memiliki beberapa produk, yakni Cap Tikus 1978, Daebak Soju, dan Daebak Sparks.

“PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk melepas sebanyak 20 persen dari jumlah sahamnya, artinya 20 persen dari 100 persen saham milik PT Jobubu Jarum Minahasa dapat dimiliki oleh publik atau masyarakat umum, silahkan bagi warga Sulut untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini dimana trend saat ini tengah meningkat dan sayang jika dilewatkan,” ujar Karamoy.

Ditambahkan Karamoy untuk minat publik atau masyarakat umum terhadap pelepasan saham sebanyak 20 persen tersebut pembelian sahamnya pun mengalami oversubscribe sebanyak 20 kali dari jumlah saham yang ditawarkan.

Mengutip apa yang disampaikan Nicho Lieke Komisaris Utama PT.Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Karamoy mengatakan bahwa hal tersebut menjadi pertanda baik sebagai awal perjalanan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk melantai di BEI.

Adapun, para pembeli saham PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk berasal dari berbagai kalangan dan institusi juga retail di Indonesia. Tak hanya investor di Indonesia, pembeli saham PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk juga sangat diminati oleh asing, yaitu China, India, dan beberapa negara lain.

“Kehadiran produk Cap Tikus 1978 bukan hanya jadi kebanggan bagi PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk dan Sulawesi Utara tapi dalam hal memajukan perekonomian bangsa di wujud nyatakan di mana Perseroan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk resmi menjadi perusahaan terbuka,” ungkap Audy Lieke, Direktur Utama saat di BEI.

Ditambahkan Audy Lieke Produsen Cap Tikus PT Jobobu Jarum Minahasa Tbk (BEER) bakal melakukan ekspansi bisnis ke Singapura usai IPO di pasar modal Indonesia. Negara Singa itu memiliki perizinan lebih mudah sebagai pintu masuk produk perseroan.

“Rencana awal kami akan melihat negara Singapura dan beberapa negara, mungkin juga ada di Eropa. Tahun 2023 kita mulai melakukan prosesnya,” kata Audy.

Produk Cap Tikus 1978 yang diproduksi oleh PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk juga mendapatkan dukungan dari instansi pemerintah pusat ataupun daerah yaitu mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KEMENPAREKRAF), dukungan langsung pemerintah provinsi Sulawesi Utara oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandow serta Bupati Minsel Franky Wongkar dan Wabup Petra Rembang, ketua umum  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Selain mendapat dukungan dari pemerintah dan lembaga organisasi, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk juga tak lepas dari dukungan 30.000 petani Cap Tikus di Sulawesi Utara yang menyampaikan rasa bangganya dengan semakin berkibarnya produk Cap Tikus melalui PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Selesai kegiatan talk show perbincangan tentang PT. Jobubu yang resmi melantai di BEI terus berlanjut hingga kegiatan selesai, saling memberi informasi yang baik guna kemajuan perusahaan dan daerah Sulawesi Utara.

HenceKaramoy