Kedapatan Miliki Handphone, 2 Warga Binaan Lapas Amurang Terima Hukuman Disiplin Berat

Minsel, SeputarNusantara.id – Dua Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang menerima hukuman disiplin berat.

Mereka kedapatan memiliki Handphone di dalam Lapas Amurang.

Sidang dihadiri Plh Kepala Lapas Amurang, Ody Piay, Kasubsi Pembinaan Marsel Rumondor sebagai Ketua TPP dan Kasubsi Admisi dan Orientasi Santi Malensang sebagai Sekretaris.

Sidang pada Kamis (31/8/2023) juga dihadiri oleh Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Kelas I Manado.

“Kedua Warga Binaan menerima hukuman usai dilaksanakan sidang oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP),” kata Marsel Rumondor.

Dalam sidang, menurut Marsel, kedua warga binaan dianggap telah melanggar tata tertib karena memiliki handphone.

“Selanjutnya hasil sidang ini kami akan laporkan kepada Kalapas untuk mendapatkan rekomendasi,” ungkap Marsel Rumondor.

Redaksi

Tiga Puluh WBP Lapas Amurang Terima Remisi Idul Fitri

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Sebanyak 30 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Amurang menerima pengurangan masa pidana atau remisi Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Pemberian remisi ini dipimpin oleh Kepala Lapas Amurang Fentje Mamirahi di Lapas Amurang, Sabtu (22/4).

“Pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri diharapkan dapat memotivasi WBP untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani,” tutur Fentje Mamirahi.

“Kepada seluruh WBP untuk terus berperan aktif dalam mengikuti segala bentuk program pembinaan dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib dan melanggar hukum di Lapas, sehingga dapat menjadi bekal mental positif untuk kembali ke masyarakat,” ungkap Mamirahi lagi.

Dirinya menambahkan bahwa program pembinaan yang dilakukan bertujuan agar WBP menyesali perbuatan, serta kembali menjadi warga masyarakat yang baik, taat kepada hukum, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, sosial dan keagamaan, sehingga tercapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan damai.

Perlu diketahui sistem pemasyarakatan bertujuan agar WBP menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, serta dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Sistem pemasyarakatan pula menitikberatkan pada usaha perawatan, pembinaan, pendidikan, dan bimbingan bagi warga binaan yang bertujuan untuk memulihkan kesatuan hubungan hidup antara individu, warga binaan, dan masyarakat.

Untuk pengurangan hukuman terhadap 30 WBP Lapas Amurang bervariasi. WBP yang paling sedikit mendapat revisi selama 15 hari dan yang paling banyak 1 bulan 15 hari.

Pemberian remisi ini disaksikan tim Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara, Kabagops Polres Minahasa Selatan serta jajaran Lapas Amurang.

(DArK)

Hebat! Kalapas Amurang Terima Sertifikat Ijin Klinik

Minsel, SeputarNusantara.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Amurang, Fentje Mamirahi didampingi Kasubsi Pembinaan Marsel Rumondor, menerima Sertifikat Ijin Klinik Pengayoman Lapas Amurang, pada Kamis (13/04/2023).

Izin Operasional Klinik diberikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa (PMPTSP) Kabupaten Minahasa Selatan, Ronald Paath.

“Klinik Pengayoman Lapas Amurang ini telah dilaksanakan penilaian oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan apakah memenuhi syarat dari segi pelayanan maupun sarana prasarana,” ungkap Fentje.

Pencapaian ini merupakan totalitas yang diberikan Kalapas Amurang bersama jajaran untuk terus-menerus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di Lapas Amurang, khusus dalam pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan.

“Terima kasih atas perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan dalam hal ini Dinas PMPTSP yang telah membimbing dan mengarahkan sehingga Klinik Pengayoman Lapas Kelas III Amurang memperoleh izin operasionalnya,” pungkas Fentje.

Sementara Ronald Paath berharap dengan diterbitkannya sertifikat bernomor 13042300072650001 ini, penyelenggaraan pembinaan kesehatan di Lapas menjadi optimal.

“Kami pemerintah terus mendukung seluruh program pembinaan di Lapas Amurang,” ucap Kadis Ronald.

DArK

Peringati HBP ke-59, Lapas Amurang Lakukan Ziarah Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Minsel, SeputarNusantara.id – Dalam rangkaian kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-59 tahun 2023, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang melaksanakan kegiatan Ziarah Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Amurang, Minahasa Selatan, pada Kamis (06/04/2023).

Ziarah dan Tabur Bunga dipimpin Kepala Lapas (Kalapas) Amurang Fentje Mamirahi yang diikuti oleh pejabat struktural dan seluruh pegawai Lapas Amurang Kanwil Kemenkumham Sulut.

Kegiatan diawali dengan upacara penghormatan dan doa untuk arwah para pahlawan yang telah gugur.

Dan dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu monument serta prosesi tabur bunga di pusara makam.

“Upacara Ziarah dan Tabur Bunga yang dilakukan serentak oleh seluruh UPT di Indonesia ini merupakan bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan guna menanamkan nilai-nilai juang dan kerja keras bagi generasi penerus bangsa,” kata Kalapas Amurang.

“Melalui kegiatan Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan ini diharapkan bisa selalu menumbuhkan jiwa nasionalisme di setiap insan Pemasyarakatan,” pungkasnya.

DArK

Lapas Amurang Kerja Sama Dengan Dinkes Minsel Lakukan Skrining Kesehatan Jiwa WBP

MINSEL, SEPUTARNUSANTARA – Salah satu hak tahanan dan narapidana adalah mendapatkan perawatan serta pelayanan kesehatan. Hal ini yang ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Amurang.

Pelayanan kesehatan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini adalah kerja sama Lapas Amurang dengan Dinas Kesehatan Minahasa Selatan.

Yang menjadi prioritas pelayanan kesehatan yang dilasanakan di Lapas Amurang kali ini yakni skrining kesehatan mental dan jiwa warga binaan pemasyarakatan.

“Hal ini sebagai langkah deteksi dini terhadap kesehatan mental dan jiwa bagi warga binaan, dan untuk menjamin setiap warga binaan dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa, jelas Kepala Lapas Amurang Fentje Mamirahi, Senin (4/4).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan akan terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada warga binaan yang salah satunya adalah pelayanan kesehatan dengan melakukan deteksi gangguan jiwa sejak dini.

Kedatangan Dinas Kesehatan Minsel yang diwakili oleh Detty Dompas selaku Kepala Seksi Pengendalian Penyakit disambut langsung Kalapas Amurang Fentje Mamirahi.

Kunjungan kerja ini sebagai bentuk sinergitas Lapas Amurang dengan Dinas Kesehatan Minahasa Selatan terkait pelayanan kesehatan untuk warga binaan.

Sementara itu jumlah warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti skrining ini sekitar 40 orang.

(DArK)